indah meitasari


Wisata Pangandaran

JELANG TAHUN 2010
Catatan Perjalan Keluarga Besar Abussammah Lubis.

Prolog:
Apa enaknya ke Pangandaran .. gak seruu bikin capek aja.. Begitu kata seorang teman mengomentari status di facebook-ku “Otw to Pangandaran.” Mungkin saja tuh orang punya pengalaman gak seru waktu pergi kesana. Karena sebenarnya pemandangannya bagus.. mungkin juga suasana hati orang tsb yang lagi gak bagus waktu berkunjung kesana.. atau bisa juga orang atau teman yang diajak gak seru.. jadi yang terasa cuma perjalanan jauh dan capeknya saja..

Kalau jauh.. memang sebenarnya jauh dari Jakarta. Untuk itu perlu persiapan matang, baik waktu dan tenaga untuk dijalan. Sebaiknya waktu harus santai.. jangan terburu-buru.. Bila dihitung membutuhkan waktu sekitar 7 jam sampai lokasi wisata. Supaya gak terlalu capek, menginap semalam dahulu di tempat transit. Jadi bisa istirahat.

Berangkat tanggal 30 Desember 2009 setalah Dzuhur. Sebenarnya ingin berangkat lebih pagi, tapi suami harus ke kantor dahulu, jadi baru bisa berangkat siang. Ini perjalanan liburan keluarga besar Abusammah Lubis. Keluarga besar suamiku. Seperti tahun-tahun yang lalu, kami senantiasa menikmati pergantian tahun baru bersama-sama, misalnya ke Bandung dan ke Yogya.

Setelah melewati Jalan Tol Padalarang Cileunyi, di ujung jalan tol kami mengikuti arah ke Tasikmalaya, melewati Jalan Raya Nagrek. Jangan salah jalan, terus saja sampai ketemu jalan dua cabang, sebelah kanan menanjak ke arah Garut, lalu sebelah kiri jalan menurun ke arah Ciamis. Ambil jalan yang ke arah Ciamis. Lalu ke daerah Limbangan. Sepanjang jalan Raya Limbangan, jalannya berliku-liku, naik turun, lalu sampai ke Jalan Raya Bandung-Tasik Bandrek, disini jalan berliku dan menanjak.. harus berhati-hati, karena banyak bus dan truk. Lalu masuk ke Jalan Raya Malangbong, dan sampai akhirnya di Kabupaten Tasikmalaya. Dari sini tidak jauh lagi masuk Ciamis.

Tiba di Ciamis, menjelang Maghrib. Kami memang rencananya kumpul terlebih dahulu di Ciamis, untuk istirahat dan dilanjutkan besok pagi pk 8.00 ke Pangandaran. Di Ciamis, kami menginap di rumah adik ipar, Rochjat yang baru bertugas disana.

Ada 8 keluarga yang turut serta :
1. Bapak Yassin dan Ibu Nurintan Lubis
2. Bapak Firman Lubis, Ibu Kessy beserta putera puterinya Yoga dan Ikke
3. Bapak Iwan Lubis dan Ibu Iyut dan putera/puteri Dias dan Claudia
4. Bapak Adi Lubis dan aku (Meita) beserta anak-anak : Rizqa dan Fikri
5. Bapak Tongki dan Ibu Cici Lubis, beserta anak dan menantu : Abi- Yossi,
dan Aji
6. Bapak Erwin Lubis dan Ibu Rossi beserta puteranya Denis.
7. Bapak Rochjat dan Ibu Bulan Lubis, beserta anak-anak: Rama, Rangga,
Adin

8. Ompung Rudi Lubis beserta Ibu Dede dan cucunya Andin
Ada tambahan peserta, yakni Diah (calon menantu Pak Iwan) dan teman-temannya Fikri : Bram dan Anton.

Total semua berjumlah : 33 orang. Tentu saja ramai dan seru.. .

Pantai Indah Pangandaran

Pangandaran terletak di Desa Pananjung, 92 km arah selatan Kota Ciamis. Kami tiba di Kawasan Wisata Pangandaran siang hari. Segera Check-In di Surya Pesona Hotel. Beberapa turis asingpun tampak baru turun dari bus, juga menginap di hotel ini. Lalu acara bebas sampai sore. Keluarga Pak Firman plus Rizqa memilih jalan-jalan ke pantai, makan siang dipinggir pantai, lalu cari baju dan kaos santai, lalu ke tempat tatto. Rizqa dan Ikke iseng-iseng di tatto.. (Cuma bertahan 2-3 hari). Keluarga Rochjat memilih naik perahu untuk melihat Taman Laut dan ke Cagar Alam. Keluarga Ompung Rudi dan Tongki memilih jalan-jalan menyusuri pantai. Keluarga Bapak Yassin, Erwin dan Adi ke kawasan cagar alam untuk melihat Goa Jepang. Fikri dan teman-temannya memilih berenang di pantai.

Indahnya panorama alam pangandaran, pasirnya halus, pantainya landai, ombaknya cukup besar tapi aman. Diapit oleh diua bukit. Beberapa “Baywatch” senantiasa menjaga pantai. Musim liburan tahun baru, memang banyak sekali yang berenang.. Perahu-perahu warna-warni tampak di sekitar pantai. Kira-kira 10 tahun yang lalu, kami pernah berkunjung kesini. Saat itu ada Festival Layang-layang. International Kite Festival adalah event yang senantiasa diadakan setiap Bulan Juni atau Juli. Pemandangan lepas cakrawala merupakan suatu pemandangan yang indah. Menjelang Maghrib banyak yang menikmati sunset disini. Langit berubah menjadi warna lembayung.. oranye dan kuning..

Kalau mau menikmati air pantai yang hangat dan pasir yang putih.. datanglah ke kawasan cagar alam sore hari.. pantainya besih.. air biru jernih dan hangat.. Biarkan tubuh terombang-ambing
oleh ombak.. sangat menyenangkan.. tidak terlalu banyak orang yang berenang disini
Denis dan kedua orangtuanya bermukim di Australia, merupakan peserta tour keluarga yang termuda.. usianya 6 tahun, dia tampak senang sekali. disini. Di Australia, banyak pantai-pantai indah, tapi airnya dinginn.. kalau disini air lautnyanya hangat. Kawasan cagar alam ini juga dihuni oleh monyet-monyet yang jinak.. Didalamnya terdapat Goa yang merupakan tempat persembunyian serdadu Jepang pada masa penjajahan.. Kata Denis, dia mau menulis jurnal (mengarang) tentang Funky Monkey, yakni cerita tentang monyet-monyet di kawasan cagar alam ini, katanya “they are my friends..”

Malam Tahun Baru
Pukul 19.30 Keluarga A. Lubis bersiap-siap berkumpul di taman hotel untuk merayakan pergantian tahun baru. Disana sudah disiapkan organ tunggal. Dan meja yang berisi sajian makan malam yang menggugah selera: sea food. Ada ikan, cumi, udang, kepiting, semuanya sedaap sekali..

Acara keluarga ini diawali dengan mendoakan yang berulang tahun di Bulan Desember, yakni Kak Inong, Rizqa dan Adin. Doa dipimpin oleh Bang Yassin. Setelah santap malam, ada acara tebak lagu, Lomba menyayi antar keluarga, Menyanyi bersama, pokoknya seruu banget. apalagi ketika keluarga Firman atau Biasa dipanggil Mas Iyan tampil menyanyi.. gak nyangka terutama Yoga bisa banget nyanyi lagu “tak Gendong” dengan logat dan ketawa yang fasih serta suara mirip Mbah Surip alm. Juga jogetnya OK banget ketika mereka menyanyikan “Love”. Tak ayal mereka di nobatkan juara I lomba menyanyi antar keluarga. Yang tak kalah seru adalah ketika para bapak menyanyikan lagu batak.. dan ibu-ibunya menari tor-tor.. semuanya dipandu oleh Cici dan Mbak Kessy.. seru abiss…

Menjelang detik-detik pergantian tahun langit di atas Pangandaran berwarna-warni taburan kembang api yang indah.. beberapa tamu hotel memang menyiapkan pesta kembang api yang bisa dinikmati dari tempat kami berkumpul.. jadi sangat meriah! Mas Iyan, sebagai kakak laki-laki tertua memberikan pesan agar setiap anggota keluarga harus senantiasa akrab, akur. Juga berdoa dan berharap agar di tahun 2010 bertambah sukses dan bertambah sholeh.

Pantai Batukaras


Sekitar 34 km dari Pantai Pangandaran, ada lokasi wisata Pantai Batukaras. Tidak kalah menarik dengan Pantai Pangandaran, namun disini suasananya lebih tenang, dan gelombang ombaknya tidak sebesar Pangandaran. Terletak di Kecamatan Cijulang. Session foto bersama tentu tidak dilewati. Untuk menikmati pemandangan dengan santai, kami menggelar tikar .. sambil makan rujak.. hmmm .. Duduk-duduk sambil bercanda, dan tertawa.. rasanya bahagia sekali. Menuju pantai Batu Karas ini, pemandangan sangat indah.. disebelah kiri jalan tampak sungai Cijulang yang berwarna hijau jernih. Sungai ini adalah sungai yang menuju tempat wisata Green Canyon. Ada penginapan yang alami dimana anak saya, Rizqa beberapa waktu yang lalu bersama teman-temannya pernah menginap disana.. namanya River View,. Disana bisa menyewa semacam kano untuk menyusuri sungai Cijulang yang berwarna kehijaun.

Green Canyon.

Tidak sah bila ke Pangandaran tapi tidak ke Green Canyon. Sebenarnya obyek wisata ini nama aslinya, Cukang Taneuh (jembatan Tanah). Karena di atas lembah dan jurang itu ada jembatan tanah yang digunakan petani sebagai jalan pintas menuju kebun pertanian di daerah itu. Namun karena airnya yang kehijauan dan perpaduan pemandangan batu dan pehohonan hijau yang rimbun di kedua sisinya, maka orang-orang senang menyebutnya Green Canyon.

Terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, 31 km dari Pangandaran, tidak jauh dari Pantai Batukaras. Obyek wisata ini berupa aliran sungan Cijulang yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona.. diapit dengan dua buah bukit serta bebatuan dengan air terjunnya yang menetes indah..

Oh ya untuk menyusuri sungai Cijulang, kita harus menyewa perahu dengan kapasitas 6 orang, seharga Rp 75.000. Bila ingin berenang, dikenai tambahan lagi, karena petugas perahunya harus menunggu lebih lama.
Sekitar 20 menit menyusuri sungai, tiba di kawasan bebatuan dan ada semacam kolam alami untuk berenang.. airnya sejuk.. jernih.. sungguh rasanya ingiiin sekali berenang disana. Cuma jumlah pengunjung yang banyak dan waktu yang sempit, sepertinya kurang memugkinkan untuk berenang disana.. mungkin lain waktu saja.. Insya Allah.

Semuanya indah.. dan pada dasarnya pemandangan alam ciptaan Allah memang indah.. asalkan kita bisa menjaga dan memeliharanya dengan baik. Dibutuhkan kesadaran penduduk dan wisatawan yang senantiasa menjaga kebersihan sangat diharapkan..
Tahun lama berganti tahun baru. Semoga tahun 2010 membawa keberkahan bagi kita semua. Merencanakan kumpul keluarga lagi di tanah leluhur.. sangat didambakan oleh anak dan keponakan. Karena banyak yang belum pernah bepergian kesana.. Jadi, Insya Allah tahun depan Keluarga Abusammah Lubis akan berkunjung ke Sumatera Utara.. tentunya tidak akan lupa ke Medan dan Kota Nopan.. wah ada yang sudah gak sabar nih..

Jakarta, 2 Januari 2010
-meita-

Bookmark and Share

Ayo menulis dan jadilah penulis

Hampir setiap orang bisa menulis.. cukup ungkapkan saja perasaan yang ada di hati tentang cinta, persahabatan, bahkan rasa gundah dan kesedihan. Kisah pengalaman hidup adalah salah satu yang mudah dituangkan. Tinggal mengingat dan menggali berbagai kenangan yang ada di benak. Lalu tuangkan dalam bentuk tulisan. Bisa dicatat terlebih dahulu di kertas atau langsung dituangkan di komputer.

ketertarikan saya menulis berawal dari kebiasaan yang dilakukan sejak di bangku sekolah dahulu. Ketika SMA,  senantiasa membuat buku catatan harian. Bahkan buku ‘diary’ semasa SMA masih ada tersimpan di lemariku, tentu saja disimpan baik-baik agar tidak mudah ditemukan lalu dibaca orang. Sebenarnya tidak ada rahasia yang harus ditutupi di masa lalu.. tapi kalau tulisan itu dibaca terutama oleh suami dan anak-anak tentu saya malu, karena di buku tersebut ada kisah kenakalan, dimana kami satu kelas kompak membolos hanya karena tidak suka dengan guru yang mengajar.. Tindakan tersebut membuat penyesalan di hati saya hingga kini. Senantiasa terbayang wajah lugu pak guru yang kami ‘kerjain’ tersebut. Bila bertemu tentu saja kami ingin minta maaf.. apalagi kami pernah menjuluki beliau dengan panggilan Mighty Man. Hal itu disebabkan karena penampilannya mirip tokoh film yang pernah populer dimasa lalu, yakni rambut ikal dan agak gondrong.. Maafkan kami Mighty Man.. eh Pak Guru.

Kisah pak guru itu terjadi 25 tahun yang lalu. Tanpa terasa masa SMA itu sudah seperempat abad berlalu. Sebenarnya semua orang punya bakat menulis, tinggal bagaimana kita mencoba menuangkan pikiran dan perasaan. Siapa yang menyangka kalau saya punya bakat menulis. Dahulu saya pernah berpikir gak punya bakat apa-apa. Kalaupun ada, bakat itu jauh terpendam.. sehingga perlu digali sangat dalam.. he..he.. memangnya sumur..

Tulisan saya yang menjadi “cikal bakal” untuk terus menulis berjudul “Cantik”. Hal ini diilhami dari rasa jengah ketika melihat betapa banyak iklan baik di televisi dan media cetak yang menawarkan produk kecantikan.. semuanya memberikan janji bahwa produknya akan membuat diri kita cantik, putih, langsing, rambut lurus dan lain sebagainya. Seakan-akan kecantikan itu memiliki standard mutlak. Lalu saya tulis artikel yang intinya adalah bahwa kecantikan fisik bukanlah segala-galanya, bahwa ‘inner beauty’ atau yang saya istilahkan di tulisan tersebut dengan kecantikan ruhani membuat diri kita tak tertandingi di dunia maupun di akherat. Tulisan tersebut saya kirim ke surat kabar Republika dengan nama pengirim Meita A. Lubis, dan ternyata seminggu kemudian dimuat. Betapa senangnya hati saya waktu itu.. Lalu beberapa tulisan lainnya juga pernah dimuat di harian tersebut.

Ketika situs pertemanan di internet mulai mewabah, saya mencoba ikut di Friendster, saat itu belum ada Facebook. Lalu saya melilhat seseorang memiliki blog yang indah di Friendster, saya lupa nama pemilik blog tersebut yang jelas dia pria bule, sepertinya dia juru masak di restoran. Dia menulis resep masakan dan memuat foto hasil masakannya tersebut, sangat indah penampilannya. Ketika saya ingin menulis comment untuk memujinya, tertulis di bawah artikelnya dengan hurup besar, “NO COMMENT IS A GOOD COMMENT”. Ih sombong ‘kali ya..

Akhirnya saya tertarik untuk membuat blog sendiri. Yang merupakan salah satu ‘feature’ dari Friendster, yakni www.meitasari.blog.friendster.com Tulisan pertama yang di posting adalah “Cantik”. Ketika tulisan itu di publish, ada beberapa komentar dan ada pula yang kirim pesan. Tapi lama setelah itu saya tidak menulis, entah mengapa. Tiba-tiba ada teman di Friendster yang berjumpa di pengajian. Tidak sengaja kopi darat.. he.. he.. Dia bilang, “saya suka tulisan “Cantik”, tapi sayang koq cuma satu gak pernah ditambah lagi.. saya tunggu tulisan berikutnya..”. Teman pengajianku itu sungguh sangat memotivasi diri untuk menulis. Dan dia adalah pembaca setia saya. Setiap tulisan tentu saja boleh dikomentari, dan ternyata ada sekitar beberapa orang yang tidak pernah absen memberi komentar tulisan saya, entah memuji ataupun mengkritisi..

Saya terus menulis, tidak saja artikel, tapi juga cerita pendek, resensi buku, sinopsis film dan beberapa catatan perjalan baik dalam negeri maupun luar negeri. sampai dirasakan blog ini mulai penuh, saya berpikir sebaiknya membuat satu lagi, lalu lahirlah blog baru dengan singkatan nama saya Indah Meitasari yang disingkat menjadi Intasari. Blog tersebut tetap di Friendster, dengan nama Weblog : www.intasari.blog.friendster.com

Banyak hikmah yang di dapat dari menulis blog. Yang membahagiakan adalah ketika kumpulan tulisan saya ditawarkan untuk diterbitkan menjadi buku oleh penerbit. Prosesnya tidak terlalu lama, setelah di print lalu diedit. Karena tulisan saya banyak memuat komentar dari para pembaca, pihak penerbit tertarik untuk memuat komentar-komentar pembaca blog saya, katanya lucu dan bagus-bagus komentarnya. Cerita saya pun lucu dan menarik untuk dibaca. Buku tersebut terbit pertengahan tahun 2007, dengan Judul Love is Actually All Around”, sesuai dengan nama ‘header’ blog saya. Saat ini saya sedang mempersiapkan buku yang kedua.Berkah dari blog adalah ketika Majalah Noor meminta saya mengirimkan tulisan untuk diterbitkan di majalahnya. Ada beberapa tulisan yang dimuat, baik cerpen, artikel maupun kisah perjalanan. Dan saya merasa bangga ditulis sebagai kontributor majalah tersebut.

Satu hal lagi, saya diminta untuk menjadi penulis tetap di sebuah website, www.esqmagazine.com yang menulis untuk kolom Lifestyle. Saya harus menuangkan tulisan tentang gaya hidup masyarakat dengan bernuansa spiritual. Dengan mengasuh kolom ini, boleh dong  menyebut diri sebagai kolumnis.

Sebenarnya saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi penulis. Ketika mempunyai blog, tiba-tiba ada perasaan ingin menulis dan ingin agar tulisan saya dibaca orang, akhirnya saya menulis sebaik-baiknya dan berusaha semenarik mungkin dengan menampilkan foto atau gambar yang bagus. Tidak hanya blog pribadi, tetapi saya juga mengelola blog bersama, yakni blog Alumni SMA 34 dan Blog Iluni FISIP Dia Dia Lagi, beberapa teman turut menyemarakkan blog tersebut dengan menyumbang tulisan dan foto, namun hampir sebagian besar, berisi tulisan-tulisan saya. Hingga kini saya memiliki tujuh blog. Selain dua blog bersama tadi, lalu dua blog di Friendster dan dua blog baru di Blogspot. yang berjudul “Catatan Perjalananku” dan “Perempuan dan Kehidupan Sosial”. Yang dua terakhir ini adalah kumpulan tulisan yang saya posting di Note Facebook. Dengan kebiasaan menulis di blog, jadilah saya seorang Blogger.

Tunggu apa lagi, bagi yang belum menulis, Ayo mulailah menulis.. dan tiba-tiba anda akan menjadi penulis handal. Tuangkanlah pengalaman, perasaan dan pikiran anda. Berbagi kisah sangat bermanfaat bagi sesama. Ketika orang-orang senang membacanya, maka saat itulah diri kita menjadi seorang penulis. Siapa tahu bisa jadi penulis buku, kolumnis atau paling tidak sebagai blogger.

Jakarta. 23 Desember 2009

-Meita-

 

 

 

 

 

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes menulis yang diadakan oleh Indonesia”>http://www.indonesiamenulis.com/”>Indonesia Menulis yang diSponsori oleh:
  01. http://www.sawasanganam.com/” target=”new”>Sawa Sanganam
  02. http://www.kuebasah.com/” target=”new”>Mbak Diah
  03. http://www.bujangrimbo.com/” target=”new”>Bujang Rimbo
  04. http://ahmadsofwan.com/” target=”new”>Ahmad Sofwan
  05. http://wptemplate.net/” target=”new”>WP Template Gratis
  06. http://khai.yehia.org/” target=”new”>Khairuddin Syah
  07. http://www.indobilling.net/” target=”new” target=”new”>Reseller Indobilling
  08. http://neotechzone.com/” target=”new”>Ardy Pratama
  09. http://www.hangganuarta.com/” target=”new”>Hangga Nuarta
  10. http://abdulcholik.com/” target=”new”>Abdul Cholik
  11. http://www.blogodolar.com/” target=”new”>Herman Yudiono
  12. http://www.aldymy.name/” target=”new”>Aldy M Aripin

Daftar Blog saya :

www.meitasari.blog.friendster.com
www.intasari.blog.friendster.com
www.meitasari.blogspot.com
www.indah-meitasari.blogspot.com

Bookmark and Share

Tour Padang-Bukittinggi

 

 Sumatera Barat terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Tak heran bila menjadi salah satu objek wisata andalan di tanah air. Pemandangan dari Padang menuju Bukittinggi dan menuju kawasan wisata lainnya sangat indah. Hamparan sawah hijau, sungai, bukit, air terjun, danau, lembah dan pemandangan cantik lainnya, membuat mata ini tidak habis-habisnyanya mengagumi ciptaan Allah di Bumi Minang ini.

Namun sayang, beberapa bulan yang lalu, tepatnya 30 September 2009 Gempa 7,6 Skala Richter mengguncang wilayah ini yang berpusat di 57 km dari Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) getarannya yang dahsyat terasa hingga Malaysia dan Singapura. Korban jiwa banyak berjatuhan dan bangunanpun banyak yang hancur.

Kami Alumni FISIP UI sedianya akan berkunjung Bulan Oktober 2009. Karena gempa tersebut, rencana yang sudah djadwalkan jauh hari akhirnya diundur menjadi tanggal 11-13 Desember 2009.

Jumat, 11 Desember 2009, Pukul 5 pagi kami sudah berkumpul di Bandara International soekarno Hatta. Jadwal keberangkatan pesawat Garuda yang kami tumpangi, akan berangkat pukul 6.00. Semua tampak semangat dan wajahnya ceria.. bagaimana tidak hari yang sudah lama dinantikan akhirnya tiba juga. Tapi ada lho yang saking semangatnya ada yang salah tanggal, datang satu hari sebelumnya.. pas sudah di bandara.. baru sadar kalau seharusnya berangkat besok. Waduh.. untung salah tanggalnya bukan sehari sesudahnya. He..he.. Di Bandara tampak Mbak Ida Syahranie sibuk membagikan Pin, lalu Mas Arief membagikan buku panduan perjalanan. Peserta tour berjumlah 36 orang. Sebagian besar Alumni FISIP UI angkatan 76. 

 Murid SDN 11

Karena Padang baru dilanda gempa, tour kali ini ditambah acara bakti social pemberian sumbangan sebagai tali kasih untuk anak-anak korban gempa yang sekolahnya hancur. Yakni SD Negeri 11 Padang Pariaman. Mbak Linda I Tobing, tampak sibuk mengumpulkan dan menghitung uang dari peserta tour. Alhamdulillah terkumpul sejumlah dana yang cukup memadai untuk sumbangsih pembangunan gedung sekolah yang langsung diserahkan kepada guru di sekolah tersebut. Anak-anak sangat senang dengan kedatangan kami.. Dari wajahnya yang gembira tidak tampak kesedihan bahwa daerahnya telah dilanda guncangan gempa yang dahsyat. Tampak di kiri kanan jalan rumah-rumah yang hancur . ada yang sedang diperbaiki, dan ada yang dibiarkan begitu saja.

 Obyek wisata pertama yang kami lewati adalah Air Terjun Lembah Anai. Konon airnya bisa bikin awet muda.. Saat tiba, hujan turun rintik-rintik, beberapa peserta agak enggan untuk keluar dari bus. Tapi ada juga yang susah payah naik tangga lalu turun munuju tepi telaga lalu meraup wajahnya.. sampai rambutnya basah.. Eh.. benar lho.. wajahnya berubah jadi “bayi” hi..hi..Waktu menunjukkan pukul 11.00. Meski belum waktunya makan siang, tapi perut sudah terasa lapar. Maklum, banyak yang belum sarapan. Rombongan yang terdiri dari 2 bus itu mampir di Warung Sate Padang Ma’Syukur. Hmm nikmat deh.. semua menyatap dengan lahap. Bumbu padangnya terasa bangett.. (terang aja ini kan di Padang he..he..).

Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bukittingi. Menurut tour guide Pak Odri, bahwa hotel-hotel di Padang banyak yang rusak akibat gempa, sehingga wisatawan disarankan untuk menginap di Bukittinggi. Tapi memang dari awal kami rencananya menginap di Hotel The Hills (dahulu Novotel) kawasan Bukittinggi. Sebelumnya kami mampir terlebih dahulu di Pandai Singke, sebuah kawasan yang banyak memproduksi kain songket.

 Dipilih..dipilih.. dipilih… begitulah para ibu kalau sedang belanja. Sementara peserta pria sebagian besar cuma jadi penonton saja. Paling-paling Cuma potret sana sini. Kain songket disini bagus-bagus dan halus. Mbak Tuty dan Mbak Susi tampak terkagum-kagum dengan hasil tenunannya. Mbak Tyo sibuk memilih kerudung warna-warni. Kabarnya Orang Malaysia sangat suka dengan kerudung payet dan sulaman Padang. Tapi Mbak Tyo bukan Orang Malay, dia asli Indonesia lho ! Mbak Debby sibuk pilih-pilih bando. Katanya, bando disini unik.. dibuat dari kain songket. Gak ada dimana-mana, kecuali di Padang. Mbak Etty sibuk cari nomor ukuran sandal. Ternyata, meski disini tempatnya kain songket, tapi ternyata pada suka sandal kulit. Hampir semua beli sandal.. langsung dipakai dan diberi nama.. takut ketukar katanya.. ih norak ya..? he..he.. Gak terasa waktunya sholat Jumat.. para bapak memisahkan diri untuk sholat, karena kalau menunggu para wanita belanja kelamaan dan lagi gak enak.. jadi gak khusyu belanjanya.. eh sholatnya.. Selesai dari sana makan siang diRestoran Gulai Bebek Cabai Hijau. Kalau untuk lidah orang Jakarta mungkin terasa asin. Tapi banyak juga yang suka, bahkan ada yang pesan untuk diantar ke hotel menjelang pulang untuk dibawa ke Jakarta.

 

 Sesampai di Bukittingi, kami mampir ke Obyek Wisata Ngarai Sianok dan Goa Jepang. Namun karena sedang ada perbaikan, Goa Jepangnya ditutup. Rombongan cukup senang menikmati pemandangan Ngarai sianok yang indah.. Tak lupa foto bersama.. serunya.. monyet-monyetpun turut serta berfoto ria..Tiba hotel terus “lempar” koper, dan langsung balanjo.. balanjo.. karena tiba di penginapan waktunya sudah sore, sedangkan pasar menjelang Maghrib tutup. Pasar Atas tempat tujuan belanja berikutnya terkenal dengan berbagai produk kerajinan, dari songket, mukena, kerudung, pashmina, kemeja koko, bahan sulaman, dll. Beberapa waktu lalu sebelum gempa, pasar ini ramai pembeli. Tidak saja wisatawan lokal, tapi juga dari mancanegara. Menurut pemilik toko, sekarang ini sepi. Jarang turis datang. Oleh karena itu mereka sangat mengharapkan wisatawan datang kesini membeli hasil kerajinan rakyat Minang.

Lembah HarauEsoknya setelah sarapan, kami menuju ke Lembah Harau yang terkenal dengan Lembah Echo.. Hamparan sawah hijau, rumah penduduk yang berciri khas, rumah adat dengan atap “tanduk kerbau”, bukit dan lembah.. juga hutan Lindung.. benar-benar cantik. Lembah Harau berdinding batu ala Grand Canyon, dibagian lainnya ada Lembah Echo.. yang bila berteriak suara kita memantul. Si Bang Lubis ikut mencoba berteriak “Woi..!” Eh benar lho ada gemanya.. Sayang waktu itu beberapa tempat banjir, karena hujan cukup lebat sebelum kami tiba ditempat ini..

Rumah Adat Minang memang khas. Sempat juga kami mampir ke Istana Silinduang Bulan, yakni istana milik Ibu Suri Kerajaan Pagaruyung. Tidak sah rasanya kalau tidak berfoto bersama disini. Meski hujan gerimis.. session foto bersama tentu tidak boleh terlewatkan.

.

Tidak sah kalau ke SumBar tidak berkunjung ke danaunya yang terkenal. Ada dua danau, yakni Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Danau Singkarak adalah danau terbesar di propinsi ini. Terkenal dengan Ikan Bilihnya. Beberapa peserta tour membeli ikat bilih untuk dibawa ke Jakarta.. waduh.. amis.. tapi kalau sudah digoreng gurih dan uenakk.. Danau Maninjau terkenal dengan kelok 44nya. Harus berhati-hati ketika menyusuri kelokannya. Benar-benar takjub bila kita berada diketinggian untuk melihat danau.. warna alam langit yang biru, berbaur dengan warna danau biru tua, lalu sawah dan pepohonan yang hijau.. serta bunga-bunga merah kuning oranye.. benar-benar perpaduan warna yang sangat indah. Subhanallah …

 Tidak bisa dilukiskan satu persatu pemandangan yang ada.. ciptaan Allah benar-benar sempurna. Tinggal kita harus pintar mengelolanya.. jangan merusak keindahan alam.. jaga keseimbangannya, jaga kebersihan dan lingkungannya. dan Jangan membangun gedung diatas bukit. Sedih melihat gedung mewah pemerintah setempat yang harus mengorbankan bukit hijau.. juga penggalian tanah bukit untuk bangunan… hu..hu… ingin nangis rasanya kalau ingat itu..Kembali ke Jakarta, penuh dengan kenangan manis bersama teman, mbak-mbak dan mas-mas sekampus, meski gak pernah kuliah bareng (karena beda angkatan denganku). Tapi keakraban terjalin dengan indah.. Bercanda dan serunya makan durian ramai-ramai.. sampai ada yang mabok durian.. he..he.. Semuanya berkesan..Terima kasih untuk panitya yang di komandoi oleh Mas Anton Natakoesoemah dan Mas Arief Hidayat, serta panitya lainnya, Mbak Kusumastuti, Mbak Ida Syahranie, Mbak Linda, Mbak Farida, dkk. Tour ini seperti perjalanan wisata yag diatur oleh agen perjalanan wisata. “Well Prepared and Well Organized”. Two thumbs up for all of you..

 

 Salam,

Meita
Angkatan 84

Bookmark and Share

Jalan-jalan Ke Cirebon

WISATA KULINER DAN KE KAMPUNG BATIK

Bosan weekend di Bandung atau Puncak? Ini ada alternatif lain jalan-jalan seru sambil berwisata kuliner dan belanja batik, yakni ke Cirebon. Bisa pulang pergi naik Cirebon Express, berangkat pk 06.00, pulang pk 18.30. Dengan harga karcis kelas Eksekutif Rp 150.000 (PP) , di Cirebon kita bisa menikmati panganan khas yang lezat-lezat (semua). Ada Empal Gentong, Nasi Lengko, Sate Kambing, Mie Koclok (bukan kocok) , dll.

Dari Jakarta, begitu selesai Subuh, siap-siap berangkat ke Gambir. Pk 05.30 Tiba disana.. sudah ada teman-teman sekampus, yakni Mas Anto, Mbak Tuty, Mas Ikrar, Mbak Taty dan Mas Mukti. Lalu disusul Mbak Susi, dan “last minute” Mbak Bunga yang datang tergopoh-gopoh.. nyaris telat. Kereta mau berangkat pk 06.00. Eh dia baru datang 10 menit sebelumnya.. katanya semalam gak bisa tidur.. dan niat mau gak ikutan.. tapi akhirnya berubah pikiran.. jadilah terburu-buru.. Oh ya, Tidak lupa bawa bekal. Mbak Taty bawa roti, aku bawa Lalampa (Lemper Menado) dan Sambosa. Mbak Tuty rupanya penuh dengan persiapan matang, dia bawa satu termos besar isi wedang jahe, dan lontong..

Keretanya lumayan bersih dan nyaman.. yah anggap aja naik TGV.. begitu kata Mbak Taty. Kalau Mas Ikrar cerita, katanya pernah naik Shinkanzen.. saking lajunya, sampai air di gelas tidak bergoyang.. tapi gak apa-apa deh naik kereta PJKA juga sudah senang, apalagi sama teman-teman serombongan.. seru banget. Ngobrolnya ya biasa deh obrolan anak politik ada Mas Budiarto “Kompas” Shambazy dan Ikrar “LIPI” Nusa Bhakti yang sibuk ngebahas soal “Century Gate”. Juga Mbak Bunga “Adan Buyung” yang ikutan ngebahas soal KPK dan POLRI. Komentatornya Mas Anto dan Mbak Taty dan Mbak Tuti. Moderatornya Mas Mukti. Aku dan Mbak Susi cukup menjadi pendengar yang baik.. Kalau Mbak Sari melakukan meditasi “inner journey” alias tidur.. he..he.. Capek bicara politik, lalu Mas Ikrar yang jadi sasaran ledekan.. maklum dia lagi “berbunga-bunga..” duh senangnya.. Kita turut berbahagia.. semoga sakinah, mawadah warohmah, apa lagi orangnya amanah, fatonah dan istiqomah.. he..he..
Tiba di Cirebon pk 09.15. Kami langsung menuju ke mobil sewaan (Suzuki APV). Kami menyewa 2 mobil tersebut. Kebetulan rombongan belum sarapan.. (kalau tadi di kereta namanya bukan sarapan, tapi ngemil) jadi, langsung mencicipi Empal Gentong “Ibu Dharma” yang letaknya di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari stasiun kereta.. Kata sang supir empal disini enak.. dagingnya empuk, kuahnya tidak terlalu kental dan rasanya segar. Mas Ikrar bingung, koq empal begini, ada kuahnya? Ini sih namanya soto. Kalau empal tuh yang digoreng, begitu katanya. Mungkin maksudnya Empal Gepuk. Lain lubuk lain ikannya mas.., lain daerah lain ciri khas masakannya.. Nah kalau gak kesini kan gak tahu salah satu kekayaan kuliner di Indonesia.
Selesai sarapan, lalu menuju ke Ke Obyek Wisata Cibulan di derah Kuningan, tepatnya di Desa Maniskidul. Terdapat kolam seluas 600 meter 2 yang dibangun tahun 1939. Luas Areanya 5 ha, ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi dan rindang. Airnya dingin dan jernihh sekali , dengan dasar kolam berbatuan. Kita bisa berenang bersama Ikan Kancra Putih yang dijuluki Ikan Dewa. Mbak Bunga awalnya ingin berenang bersama ikan, tapi “dimarahin” sama Mbak Taty. Katanya nanti heboh, he..he..

Dari kolam renang, kami menuju ke Rumah Linggarjati. Di Jaman Jepang, Rumah tersebut adalah hotel, lalu setelah merdeka, dijadijkan tempat berlangsungnya perundingan Linggarjati. Didalamnya terdapat foto, diorama dan perabotan yang digunakan selama acara perundingan berlangsung. Rumahnya masih terwat dan cukup bersih, kami menumpang sholat disini. (Dua tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ketempat ini, berikut hasil liputannya : http://intasari.blog.friendster.com/2007/06/perundingan-linggarjati/

Seusai menikmati “sejarah’ perjuangan pendiri bangsa yang berunding untuk menjadi Indonesia merdeka secara utuh, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan Pk13 lewat. Sambil jalan, iseng-iseng aku buka Facebook. Ada komentar dari Mas Omen tentang satusku di FB tentang jalan-jalan ke Cirebon :

Omen Norman Soni Sontani
Selamat datang di kampung halamanku.. Jangan kelewat sate kambing yang di jalan gunung sari , itu sate kambing paling enak sedunia :-)) . Di tempat nasi lengko Pagongan juga enak satenya. Sate di Cirebon rasanya laen , cara memanggang , kecap dan sambelnya laen. Wah jadi ngiler..

Terima kasih utnuk teman-temanku yang lain di FB. Ada juga teman SMAku yang kasih komentar, Eko Birawanto dan Dento. Ini dari Tira Merangin :
Empal gentong n nasi jamblang yg enak dkt hotel Grage cirebon meit…trus kalo mau spa air di htl grage kuningan deh…muantaap!!
Beli oleh2 tape dll di “toko Kita” di kuningan..jgn lupa beli manisan “bunga rosela”..hhhmm pokoknya asyik deh..!have a nice time dear..

Hmm.. boleh juga masukan dari teman-teman di FB. Meski sudah waktunya makan siang, tapi kami menyempatkan diri mampir terlebih dahulu untuk beli oleh-oleh. Ada banyak pilihan toko oleh-oleh.. bingung cari toko yang diusulkan Tira, akhirnya kami ke “Teh Diah”,, beli rengginang keju, kerupuk, opak, dodol, manisan, Kami juga beli Jeniper, yakni minuman botol ada yang dalam bentuk sirup dan ada juga yang siap minum seperti UC 1000. Oh ya maksudku, juniper itu Jeruk Nipis Peres.. Diminum dingin-dingin hmm segar.. Mas Anto beli kerupuk kulit ikan.. Mas Ikrar beli segala macam oleh-oleh.. waduh.. kalau perlu tokonya sekalian dibeli… he..he..

Tibalah saatnya makan sate kambing. Si Pak Supir berhenti di Resto Simpang Tiga. Katanya menunya lebih variatif, ada ayam, daging sapi dan ikan. Berhubung gak semua mau makan daging kambing.. eh cuma satu yang gak mau.. yang lainnya ternyata suka. Mbak Bunga nyoba Soto Dengkil. Mbak Taty, sate ayam. Yang lain pesan sate dan sop kambing. Mas Ikrar pesan gulai. Hmm.. enak gila! Daging satenya empukk dan gak bau kambing. Makanan yang dipesan langsung habis.. tidak berlebihan pesannya takut mubazir tapi selain itu juga karena sudah pada lapar.. Pesan untuk 10 orang plus dua supir habisnya cuma Rp 196.000 saja.

Tibalah saatnya belanja.. Rombongan menuju ke Kampung Batik di daerah Trusmi (mungkin Trust Me, kali ya..?). Disini kami menghabiskan waktu hampir 3 jam. Memilih dan memilah batik. Mas Ikrar panik.. beli ini itu untuk orang-orang tercintanya.. Batik disini bagus-bagus, disainya antik. Ciri khasnya Mega Mendung. Tapi yang bukan Mega Mendungpun bagus. Aku dapat Batik Tulis Mega Mendung, warna langka dengan desain kecil-kecil (sengaja gak mau pilih corak besar) seharga Rp 55.000. Terus, sarung batik tulis ala kompeni seharga Rp 75.000, rok batik Rp 60.000, dan kain batik print seharga Rp 40.000. Aku pilih yang harga terjangkau tapi bagus.. Yang mahalpun ada dari 400.000-900.000. Disini batiknya gak sampai jutaan.. tapi semuanya bagus-bagus. Dan designnya gak massal. Hampir setiap batik corak atau warnanya beda.. Mbak Taty dapat kain batik ATBM perpaduan warnanya pink lembut dan hijau, satu stel : blus, kain dan selendang. Cantik banget deh ! Cuma ada satu. Mbak Sari beli beberapa sarung dan kain, Mbak Susi beli beberapa sarung kompeni. Dia sih baik, yang dipikirkan pertama kali adalah membelikan kain kemeja batik untuk suami tercinta.

Selesai belanja.. waktu tinggal 1,5 jam lagi. Pk 18.00 sudah harus ada di terminal. Mbak Susi menyarankan kami makan Mie Koclok. Katanya kalau gak nyobain Mie Koclok sepertinya kurang lengkap. Lalu kami menuju ke Jalan Siliwangi. Mie Koclok (bukan Mie Kocok) ini, pernah masuk televise acara kuliner Mak Nyoss. Kami yang perempuan mencoba masing-masing setengah porsi. Kecuali untuk si mas-mas dan para supir masing-masing satu porsi. Rasanya? Tanya Mas Budi dan Mas Anto deh.. mereka suka sekali, meski penampilan mienya kurang menyakinkan. Kata Mbak Susi “ don’t judge the book from its cover” , untuk mie ini, ungkapan tersebut berlaku juga..

It’s time to go home.. keretanya lepas landas (he..he..) pk 18.30. Sampai di terminal Pk 18. bye-bye Cirebon.. kapan-kapan kesana lagi, mau lihat Istana Kanoman, Istana Kacirebonan, Masjid Agung Kasepuhan dan ke Rattan Village. Ingin coba juga spa. wah banyak deh.. Mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan.

Terima kasih untuk Mbak Susilowati Natakoesoemah yang sudah jadi EO.

Jakarta, 21 November 2009

-meita-

Bookmark and Share

Kisah Stacy dan Chris

Dari Oprah Show, 18 Juni 2009.


Ini bukan kisah roman percintaan.. bagi yang suka menyaksikan Oprah Winfrey, tadi malam saya menyaksikan di Hallmark Chanel ditampilkan kisah Stacy dan Chris. Dua anak manusia yang berasal dari tempat yang jaraknya jauh, berbeda negara bagian, kemudian bertemu setelah menyadari, bahwa mereka berdua adalah kakak beradik. Selama 20an tahun mereka mengira bahwa dirinya anak tunggal. Keduanya dipertemukan lewat internet.. meski ibu mereka berbeda, tapi ayah mereka sama, nama ayahnya adalah “Pendonor nomor 46”. Lho? Ternyata ayahnya adalah pendonor sperma dari sebuah klinik kesuburan di salah satu negara bagian Amerika Serikat.

Oprah mengawali bincang-bincangnya di televisi dengan mengisahkan bahwa pada tahun 80an di Amerika, klinik kesuburan banyak menerima donor sperma untuk ditanamkan kedalam rahim wanita. Ada banyak klinik. Dengan berjalannya waktu, anak-anak hasil donor tersebut kini sudah dewasa.. Seperti apa mereka sekarang? Dan apa harapan dan kisah yang ingin disampaikan..? begitu kira-kira Oprah menyampaikan.

Lalu ditampilkan dua orang pendonor, yang satunya namanya Mr. Todd, yang satunya lagi.. (maaf lupa). Yang menarik, Mr Todd berkisah, waktu masih kuliah, dia butuh uang, setiap kali mendonor dia diberi 40 dollar. Dia biasa mendonor seminggu 3 kali .. walhasil dia mendapatkan 16.000 dollar hasil “jerih payahnya” selama 4 tahun! Lalu, berapa anak yang sudah dilahirkan berasal dari benihnya? Tidak tahu.. mungkin sudah puluhan anak atau lebih dari seratus? .. Masya Allah. Si Ibu yang menerima donorpun merasa baik-baik saja.. dia senang bisa punya anak.. apalagi sang ayah memiliki profile yang baik.. (wajah, latar belakang pendidikan dan kesehatan yang baik). Dia tidak peduli apakah ada jalinan relasi (baca: silaturahim) antara ayah pendonor dengan anak yang dihasilkan atau tidak..? mereka “kedua orangtua” itu merasa baik-baik saja.. Namun bagaimana dengan anak-anak mereka?

Keempat remaja yang ditampilkan cantik-cantik (kebetulan semuanya perempuan) yang satunya keturunan Afrika berambut keritng, dia mengatakan bahwa ibunya menginginkan anak keturunan Afrika, jadi sang ibu memilih pendonor berkulit hitam, asal Afrika.. setelah dewasa dia ingin mecari ayah biologisnya, dan akhirnya bertemu.. dia merasa mempunya ayah kedua.. disamping ayah pendamping ibunya sekarang. Sang ayah Afrikanya ditampilkan juga dalam talk show tersebut, dan dia merasa baik-baik saja.. punya anak diluar perkawinan. Berbeda kisah dengan sigadis keturunan Afrika, ketiga gadis lainnya merasa sedih, gelisah, hampa, jenuh, kosong. Bahkan ada yang merasa dibohongi. Mereka masih mencari-cari dimana ayah biologisnya?

Begitu juga dengan Chris, meski tidak berhasil bertemu sang ayah “pendonor no 46” tapi akhirnya dia bertemu adiknya Stacy. Chris berkisah sejak kecil dia selalu merasa sebagai anak haram.. karena teman-temannya berkata bahwa anak yang lahir tanpa ayah adalah anak haram.. label tersebut melekat terus di benaknya.. dia merasa tertekan.. akhirnya dia melilih jadi sukarelawan di Afrika untuk mencari makna hidup.. Stacy juga demikian dia merasa hampa.. dia ingin tahu asal usulnya.. bagaimana ayahnya.. bagaiamana kehidupannyaa.. dan lain-lain.. sehingga dia terus mencari di internet dan akhirnya bertemu dengan Chris melalui Website klinik penyuburan tempat ibunya dahulu konsultasi. Chris dan Stacy memang kakak beradik, wajahnya sama.. bahkan seperti kembar..

Kini, di Amerika ternyata bukan hanya sibuk dengan krisis global saja.. tapi juga bagaimana menyatukan anak-anak yang tercerai berai hasil pendonoran sperma di klink-klinik penyuburan. Kalau tidak salah dengar ada sekitar 3000an klinik. Lalu ada berapa pendonor? Akhirnya dibuka website www.donorsiblingregistry.com untuk melacak keberadaan anak-anak hasil donor. Hasilnya? Sudah 4200 orang yang ditemukan lewat situs ini..

Namun yang sangat disayangkan, Oprah tidak mengulas bagaimana bila anak-anak yang tidak tahu bahwa dirinya kakak beradik, bertemu kemudian jatuh cinta terus menikah.. bukankah mereka satu ayah.. dan bukankah namanya incest? Masya Allah.. bencana apalagi yang akan terjadi? Mudah-mudahan tidak terjadi. Wallahualam..
Alhamdulillah, bersyukur ini tidak terjadi di Indonesia..

Jakarta 19 Juni 2009

Salam,
Meita

Bookmark and Share

Go Green, Jadkan Tren Masa Kini


Ketika berkunjung ke suatu negara beberapa bulan lalu, saya terkesan dengan sikap penduduknya yang sangat memperhatikan lingkungan. Kotanya bersih, sungainya jernih, dan udaranya segar. Mereka terbiasa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan masyarakatnya terbiasa untuk menjaga kelestarian lingkungan, misalnya dengan tidak menggunakan sumpit dari kayu sebagai perlengkapan makan, melainkan diganti dengan stainless steel. Sehingga bisa gunakan lagi dengan mencucinya. Begitu pula dengan tusuk gigi, meskipun “cuma” sejumput kayu, tapi mereka tidak mau mengorbakan pohon hanya untuk tusuk gigi. Kini mereka terbiasa menggunakan tusuk gigi yang bahannya terbuat dari jeli atau agar-agar yang bila sudah selesai digunakan, cepat hancur atau aman bila dimakan. Kalau belanja di supermarket, pengelolanya tidak menyediakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan. Petugas kasir akan menawarkan apakah perlu membeli kantong plastik atau tidak. Kantong plastik dijual dengan harga yang sangat murah. Meski demikian, mereka akan menerima kembali kantong plastik bekas untuk ditukar dengan uang yang dikeluarkan, apabila kantong platik itu sudah tidak dipakai, meskipun kondisinya sudah rusak.

Al Gore is one of the world’s most respected spokes people for the environment by doing what he can, to save the planet and by encouraging everyone else to join in protecting the environment.
Ketika Al Gore menyuarakan Global Warming atau pemanasan global yang membuka mata dan pikiran jutaan penduduk dunia, kita sungguh terkesima. Dalam Filmya “An Inconvenient Truth” Al Gore mempresentasikan tentang meningkatnya suhu permukaan bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang sangat ekstrim. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Kita tentu tahu, bagaimana efek rumah kaca yang berasal dari gas emisi (antara lain polusi asap kendaraan, asap pabrik, Gas CFC, dsb) serta penggundulan hutan yang dapat menyebabkan pemanasan global sehingga berdampak mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub dan dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Belum lagi bencana lainnya, seperti kekeringan, banjir, angin topan, dll.

“Please help me”
Apa yang dikatakan oleh Al Gore benar, bahwa lapisan es di kutub akan meleleh. Baru-baru ini diberitakan bahwa rata-rata temperatur global naik 0,6 derajat celcius, namun suhu arktik naik lebih cepat. Pada akhir Bulan Juli 2009 suhu naik hinga 30 dearajat celcius. Airnya amat hangat, anak-anak bisa berenang di laut. Daerah tersebut merupakan pemukiman Suku Inuvaluit, Bangsa Eskimo Arktik. Akibatnya puluhan ribu kilometer persegi Es Arktik meleleh. Bahkan Pusat Data Nasional AS untuk Salju dan Es menyebutkan sekitar 106.000 km persegi es meleleh di Bulan Juli ini. (Kompas, 12 Agusuts 2009).

Yang menyedihkan juga adalah kasus kebakaran lahan hutan di Indonesia. Data dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup bahwa selama tujuh bulan menunjukkan di Wilayah Riau ditemukan sebanyak 77 titik panas pada lahan hutan yang dikelola oleh HPH. (Kompas 12 Agustus 2009). Sedangkan pada tahun 2006, kebakaran tidak saja terjadi di Sumatera, melainkan juga terjadi di Kalimantan. Mudah-mudahan kerusakan dan penggundulan hutan bisa segera teratasi, dan bumi kita, terutama di Indonesia bisa lebih hijau, lestari dan bebas dari pencemaran

Oleh karena itu kampanye “Go Green” terus disuarakan oleh para pencinta lingkungan. Banyak hal yang menggembirakan di Indonesia. Antara lain turut sertanya masyarakat dari lembaga pendidikan, media masa, kalangan pengusaha, seniman, dan tokoh lainnya turut menyerukan tentang hal ini. Misalnya kompetisi Go Green yang menggelar “School Climate Challenge”, dimana siswa dan guru ditantang untuk memanfaatkan sumber daya disekitar mereka sebagai solusi perubahan iklim. Lalu, sebuah supermarket bekerjama dengan WWF juga melaksanakan gerakan peduli lingkungan dengan program “One Bag One Tree”, apabila membeli sebuah “reusable bag’ berarti turut serta membantu menghijaukan kembali Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Tak kalah, para desainerpun juga menggelar acara “Greener Nation” yang menampilkan busana dan tas kanvas yang hasil penjualannya digunakan untuk program pelestarian lingkungan. Sebuah Department Store terkenal di ibu kota juga menyelenggarakan Bean Program sebagai partisipasi menghijaukan bumi dengan memberikan bean untuk ditanam di lingkungan terdekatnya.

Saya teringat ketika diundang acara resepsi pernikahan teman tahun lalu, yang diselenggarakan di kebun. Dia memberikan ‘souvenir’ berupa bibit pohon dengan menukar undangan selesai acara resepsi. Para tamu dipersilahkan memilih bibit pohon, ada Pohon Mangga, Rambutan, Jambu, dll. Meski agak repot, tapi seru juga.. pulang pesta bawa pohon. Namanya juga usaha dan niat baik. Kalau begitu, mari ramai-ramai ikutan “Go Green”, menjaga lingkungan mulai dari menjaga kebersihan, hemat listrik, hemat air bersih, hemat kertas, mengendalikan pemakaian plastik, menanam pohon dsb. Bukankah kita ingin menyelamatkan bumi? Save Our Planet. Mau?

-meita-

 

 
 

Me and Friends

 
xslide1.gif xslide2.gif xslide42.gif

Bookmark and Share

Mengintip “Ketika Cinta Bertasbih” di Mesir

Kisah kehidupan mahasiswa di Cairo, Mesir sepertinya menjadi genre novel-novel karya Habiburrahman El Shirasy (Kang Abik).  Setelah sukses dengan  Ayat-Ayat Cinta  yang diangkat  ke film layar lebar,  novel karyanya Ketika Cinta Bertasbih kini juga difilmkan. Kali ini, rumah produksi Sinemart Pictures milik Leo Sutanto tengah menyelesaikan adaptasi novel dwilogi Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”.

Tak tanggung-tanggung, dua nama besar perfilman nasional, Chaerul Umam dan Imam Tantowi akan berduet sebagai sutradara dan penulis skenario. Sangat menarik, mengingat prestasi Chaerul yang telah meraih Piala Citra 1992 di Ramadhan dan Ramona dan penghargaan pada Festifal Film Asia 1977 di film Al Kautsar. Film terakhir Bang Umam berjudul Fatahilah, sudah 11 tahun yang lalu, jadi pembuatan film ini adalah tantangan baginya untuk berusaha menghasilkan film religi  yang terbaik, begitu juga bagi Imam Tantowi yang meraih Citra 1991 di Soerabaia’45 untuk sutradara terbaik dan Citra 1989 di Si Badung untuk kategori Penulis Cerita Terbaik.

Di Mesjid Al Azhar, Bang Umam, Kang abik dan Ustadz Ridwan

Pembuatan film ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif, terutama dalam penentuan calon pemain filmnya. Tokoh-tokoh utama, seperti Azzam, Ana, Eliana harus melalui proses rekrutmen audisi yang berat. Kabarnya lebih dari 5000 orang yang ikut audisi. Untuk tokoh-tokoh “saleh dan salehah” seperti Azam dan Ana selain punya talenta acting, juga harus pandai mengaji dan paham ayat-ayat Al Qur’an. Subhanallah.

Pemeran Ana, bersama para ibu KBRI

“Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” yang terdiri atas dua buku  memakai dua setting latar Mesir dan Indonesia. Episode pertama mengenai pengembaraan Khairul Azzam untuk menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, dan perjuangannya selama sembilan tahun untuk menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar sambil mencari biaya pendidikan adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe pada para mahasiswa maupun warga Indonesia di Kairo.

Untuk episode dua mengenai pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa). Episode dua akan membuat Anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan kenangan Husna (Adik Azzam) ketika Ayah mereka meninggal dunia.

Salah satu sisi Gedung KBRI

Alhamdulillah, saya berkesempatan mengikuti pembuatan Film KCB di Cairo, Mesir. Ketika itu saya dan rombongan hadir pada saat pengambilan gambar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cairo. Bapak  AM Fachir beserta ibu mengizinkan kru KCB untuk melakukan pengambilan gambar di gedung   KBRI nan megah.  Menurut Ibu Fachir, gedung kedutaan di Mesir  ala “White House” ini hanya dimiliki oleh 3 negara, yakni Republik Indonesia, USA dan Kerajaan Inggris. Untuk KBRI, selain megah letaknya sangat strategis di daerah Doki dekat Sungai Nil. Gedung ini pemberian dari Boutros Boutros Ghali, mantan SekJen PBB asal Mesir. Pengambilan gambar di KBRI sangat penting bagi Film KCB, karena  di film ini, karakter Eliana yang diperankan oleh Alice Norin, adalah puteri dari Duta Besar RI untuk Mesir.

Bersama Cholidi, pemeran Azzam, di pintu masuk KBRI

Begitu tiba, kami disambut Azzam, alias Kholidi pemeran utama pria. Berpakaian ala Chef, kepala koki. Saat itu sedang pengambilan gambar untuk acara Food Bazaar dan Festival Indonesia, seperti di novel. Ada sate, soto dan beragam panganan khas Indonesia. Azam sebagai juru masak yang memasak di salah satu stand. Selain itu ada persembahan tarian Aceh di atas panggung. Suara riuh rendah para penari Saman membuat semarak suasana. Tamu-tamu dari berbagai negara hadir  di acara tersebut..  Ada dari Afrika, Turki dll.   Mereka adalah  penduduk Mesir yang diminta berperan sebagai diplomat. Namun sayang, karena “bule”nya kurang, tak ayal Ayah Alice Norin yang saat itu semula hanya datang untuk  mengunjungi anaknya yg berperan sebagai Eliana,  didaulat sebagai extra talent oleh Chaerul Umam menjadi Diplomat Norwegia. Beliau memang asli Norwegia.  Kata Alice, ayah saya orangnya pendiam dan biasanya gak mau  tampil.. tapi kog saat ini bersedia ya..?  katanya sambil tersenyum geli.

Bersama Alice Norin, pemeran Eliana

Ibu Dubes saat itu juga “heboh”, beliau seperti layaknya asisten sutrada, mengerahkan para ibu dan staf KBRI untuk turut membantu pengambilan gambar. Menurutnya beliau turut mempersiapkan setting dekorasi, termasuk  gubuk-gubuk untuk stand makanan, juga payung  dan ornamen tradisional lainnya yang sengaja di ”impor” langsung dari Indonesia.  Selain itu beliau juga menyiapkan makan siang untuk para pemain film dan kru.


Saya sempat merasakan serunya pembuatan film ini, ketika diminta menjadi pemeran figuran (ha..ha..) dimana harus mendampingi Bapak dan Ibu Din Syamsuddin yang berperan sebagai cameo, alias berperan sebagai diri sendiri dalam film tersebut.  Pak Din sengaja diminta untuk ikut tampil dua scene, sebagai  tokoh Indonesia yang hadir di acara bazaar tersebut. Yah lumayan.. meski cuma sekelebat saja di film.. he..he..

Pengambilan gambar untuk acara Food Bazaar dan Festival Indonesia berlangsung seharian, dari pagi hingga pukul 4 sore. Karena cuaca di Mesir memasuki musim dingin, sehingga pukul 5 sore seperti sudah memasuki Maghrib. Bang Umam harus segera menyelesaikan adegan demi adegan secepat mungkin, khawatir keburu gelap..

Tari Saman

Persiapan shooting

Para “tamu manca negara”

Menurut Mas Dani, staf Sinemart, hampir seluruh obyek wisata di Mesir digunakan untuk pengambilan gambar, termasuk Istana Momtazah, Benteng Qid Beay di Alexandria, Giza Piramid, Masjid al Azhar dan tentu saja Sungai Nil. Yang susah adalah pengambilan gambar di Pasar Kalili. Pasar yang menjual beragam produk kerajinan khas Mesir sangat padat dan ramai dikunjungi baik penduduk lokal maupun turis asing. Mereka tidak mau di usik ketenanganya.. sehingga ketika pengambilan gambar.. ada yang tiba-tiba berjalan ke arah kamera begitu saja. Ketika diberi tahu bahwa ada shooting film, mereka tersinggung, katanya “ini daerah saya”…

Pasar Kalili

Kisah mahasiswa di Mesir memang menginspirasi Kang Abik untuk karya-kaya novelnya. Dahulu saya berharap banyak, bahwa Film Ayat-ayat Cinta dapat sebagus kisahnya di novelnya. Saya sempat ikut napak tilas ayat-ayat cinta bersama Kang Abik ke Cairo, bahkan sampai ke daerah Helwan, apartemennya Fahri, tokoh utama dalam novel. Tapi sedih ketika melihat filmnya tidak mengambil adegan di Mesir.

Kini, Film Ketika Cinta Bertasbih hampir sebagian besar adegannya diambil di Mesir. Semoga film ini dapat berhasil memenuhi harapan para penggemarnya. Sebab film ini benar-benar ditunggu banyak orang. Dengan biaya yang besar dan keseriusan penggarapannya, maka bisa dikatakan ini film Indonesia terbesar abad ini.

Salam,
Meita

Ibu Fachir, isteri Dubes RI untuk Mesir

Lunch, bersama Ibu Dubes di KBRI

Istana Momtazah, Alexandria

Benteng Qid Beay, Alexandria

Ditepi Sungai Nil.

Di Kawasan elite, Dokki

Bookmark and Share

US Decision 2008

BARACK OBAMA , PRESIDIEN AMERIKA TERPILIH

Pemilihan yang bebas dan jujur adalah hal yang utama dalam sebuahnegara demokrasi. Ketika seorang memilih wakilnya, tentu dengan harapan agar memperbaiki masa depan bangsa dan negaranya.

Barack Obama akhirnya dipilih oleh rakyat Amerika sebagai pemimpin barunya, yakni sebagaiPresiden Amerika Serikat. Presiden pertama di Amerika yang berkulit hitam. Pemilihan ini melaui suatu proses panjang dan menghabiskan waktu selama 21 bulanyang diawali dengan pemilihan pendahuluan (kaukus) hingga ke pemilihan umum 4 November 2008.

Sebagai calon presiden berkulit hitam, Obama sangat paham, bahwa hal yang dikedepankan haruslah bersifat multikultural. Ayahnya orang Afrika, Ibunya asli Amerika, Adiknya (Maya Soetoro Ng) keturunan Indonesia, iparnya keturuan Cina. Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa Amerika bukanlah kulit hitam ataupun kulit putih, Amerika juga bukanlah American latin maupun American Asia. Namun Amerika adalah United States of America. Begitu ujarnya.

Saya berkesempatan menghadiri undangan dari Duta Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume pada acara “Decision 2008” yang diselenggarakan di Hotel InterContinental pada hari Rabu, 5 November 2008.

Penentuan kemenangan Barack Obama dapat dilihat dilayar lebar yang terpampang disisi Ballroom hotel. Dilayar tersebut terpampang peta Amerika Serikat yang bergambar Negara bagian. Bila salah satu Negara bagian berwarna biru, itu artinya kemenangan untuk Barack Obama dari Partai Demokrat, tetapi bila merah, itu artinya kemengan untuk John McCain dari Partai Republik . His Excellency CameronR. Hume mempersilahkan kami untuk menyimak layar dan melihat angka perolehan Electoral Vote (EV) yang tepampang di sisi ruang.

Sambil menanti perolehan angka dari dua kubu partai, kami dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan. Starbucks Coffee juga ada, menempati salah satu bagian ruangan. Disetiap pojok ruang disediakan televisi, Fox Channel untuk memudahkan tamu pemantauan.

Tamu-tamu yang hadir adalah para duta besar, antara lain Swiss dan Palestina, juga ada tamu terhormat lainnya, seperti Emiel Salim, Adnan Buyung Nasution, Pia Alisjahbana, Halida Hatta, Alvin Lie, dll.

Sekitar pukul 11.00 perolehan angka untuk Obama 240, sedangkan untuk menang dibutukan angka mencapai 270. Ketika Obama sudah melewati angka 270, Pak Dubes tampil kembali ke panggung dan mengumumkan kemenangan untuk Barack Obama.Sorak sorai bergemuruh didalam ruangan menyambut kemenangan Barack Obama. Hampir sebagian besar para tamu mendukungObama. Sore ini ketika tulisan ini dibuat, perolehan angka electoral votes untuk Obama sebanyak 338 atau 52% dan 163EV atau 47% untuk John Mc Cain.

Seru dan menyenangkan mengikuti hasil pemilihan umum, meski itu bukan pemilu negeri sendiri. Tapi tentunya kita berharap banyak akan kebijakan politik dan ekonomi yang diterapkan oleh presiden terpilih akan membawa perubahan negara-negara lain di dunia kearah yang lebih baik. Dalam sambutan kemenangnnya, Obama berulang kali menyerukan kata “yes we can”. Kemenangannya sebagai bukti bawa perubahan segera datang di Amerika. Namun dia juga mengatakan bahwa perjalanan masih sangat panjang dan curam dalam menggapai cita-cita bersama, tapi tidak perlu ragu dan takut pada apa yang akan kita perbuat untuk kemajuan.

Sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia pada masa kecilnya, mudah-mudahan Obama tidak melupakan kita di negeritercinta ini.

Jakrta, 5 November 2008

-meita-

Bookmark and Share

Nonton David Cook

David_cook_narrowweb__300x4250_1

 Minggu, tanggal 11 Mei 2008, kami mendapat kesempatan langka, yakni nonton bareng melihat pertunjukan David Cook, si American Idol 2008 di sebuah stasiun televisi terkenal. Kebetulan yang mendapat undangan adalah teman-teman sewaktu SMA dahulu. Jadilah kami reunian sambil nonton si David. Sudah kebayang dong, hebohnya seperti apa.. kontak-kontak email di milisnya sma, terus juga smsan.., terus telpon-telpon… walahh..

 Zona_80_h_1 Zona_80_eZona_80_g_1

Kami sepakat berkumpul di Starbucks, sambil ngopi dan makan kue-kue. banyak juga yang datang, hampir 30 orang. Supaya lebih seru, kami juga mengajak guru-guru kami, bahkan kepala sekolah, pak guru favorit dan pak guru teladan kami juga hadir.. turut meramaikan pula “kakak” kami yang dahulu paling top alias beken, yakni Kak Sana. Jadilah kami berbondong-bondong berangkat ke stasiun teve. Ada sekitar 7 mobil beriringan.. seru juga.

 Di mobil kami bercanda cekakakan dan saling mengenang masa-masa SMA yang sudah kami tinggalkan lebih dari 20 tahun lalu. Si Anu cerita katanya sempat ketemu mantannya yang kini berubah jadi minder banget.. , trus ada yang udah beda banget, dahulu warna kulitnya hitam.., kini jadi hitammm banget…, he..he.., yang satu lagi cerita.., katanya sempat menikmati bangku SMA selama 5 tahun, karena 2 kali tidak naik kelas.. tapi gak nyesal.. katanya sampai kepala sekolah kenal baik dengan orangtuanya, tapi baginya semua kini menjadi kenangan yang indah. Iya deh..

Zona_80_c Sampailah kami di studio.. foto-foto bareng so pasti.. gak lupa.. aneka gaya dan saling ledek juga menjadi bumbu pertemanan kami.. semua senang dan bahagia.. Lalu kami dipersilahkan memasuki ruangan studio. Tentu saja kami setting tempat dahulu, agar guru-guru kami mendapat tempat duduk yang layak di depan.. Pengarah acara menyampaikan, katanya kalau disebut kata “David Cook”, harus di sambut teriakan “Masih Ada !!” sekeras-sekerasnya.. trus kami juga disarankan untuk tepuk tangan atau menyanyi bahkan sangat disarankan untuk turut joget..

Zona_80Zona_80_f
 Kami tidak sabar menunggu kehadiran si David yang tampan dan bersuara indah.. rasanya sampai ingin melompat ketika si pembawa acara mengumumkan akan menampilkan Si David Cook. Beberapa teman pria kami sampai mengayunkan kakinya berbarengan. Rasanya sudah tidak sabar menyaksikan Si David ini membawakan lagu Aerosmith berjudul “I don’t Wanna Miss a Thing”. Aduhh, David, I love you so much, mmuwah !! 

David_cook 

Sorak sorai penonton membahana diseluruh ruang studio.. ada yang berteriak histeris memanggil-manggil namanya..Tapi koq tiba-tiba.. si David nyanyi lagu “Judi”, katanya “karena judi yang kaya bisa jadi miskin.., yang miskin apa lagi..” begitulah si David bersenandung dengan irama yang cukup heboh bernuansa dangdut.. Lalu kemudian si David berkolaborasi dengan Rita Sugiarto, dengan suara yang mendayu-dayu plus cengkok dangdut yang khas membawakan lagu Malam Pertama. Setelah itu disusul Lagu Adu Domba.. Lah.. kog.. ?
Rhoma_irama Tentu saja saya bingung.. masa David Cook nyanyi dangdut.. bukannya Lagu Aerosmith atau Bon Jovi? waktu kami protes kata pengarah acara.. Mbak mimpi kali ye.. ini kan acara Zona 80, bukan American Idol. Disini sekarang bintang tamunya Soneta Group yang menampilkan Bang Haji. Hah? Bang Haji.., siapa? tanyaku. “Masa gak tahu sih TERLALU !” katanya. Lalu dia berkata dengan nada lantang “itu lho, Rhoma Irama..!” . Saya berteriak David.. David Cook.. Tiba-tiba si Dewi teman sebelahku mencubit tanganku, eh Meit elo ketiduran ya.. kog nyebut-nyebut nama David.. disini nanti yang ada Rhoma Irama.. elo lagi sempat-sempatnya ketiduran.. pake mimpi lagi ketemu David Cook..

 Oalah.. rupanya cuma mimpi.. yang sebenarnya adalah nonton Soneta Group dan Rhoma Irama di Zona 80 , Metro TV.

Jakarta, 19 Mei 2008

-Meita-

 

 

 

 

 

 

Bookmark and Share

Zona 80

Dear All, berita dari Harry: qta Semua akan shooting Acara Zona 80 di Metro TV, Hari/Tanggal: Minggu, Mei 2008 Jam : 15.30 WIB (Mulai Shootingnya) Ngumpul : Jam 14.00 WIB di Chitos(Biar Berangkat Bareng) Seragam : klo bisa nuansa 80 an Jangan lupa ya,tolong disebarkan ke yang laen juga ya,thanks -Abdul Rofiq-

Demikian email yang dikirim oleh Rofiq di milisnya alumni 34, Hari Kamis kemarin. Wah itu artinya kita reunian lagi nih.. udah kebayang senangnya kumpul2.. Tapi dress code nya nuansa 80 an. Emang masih pada ingat, dulu tuh kita berpakaian seperti apa? Karena dulu lebih sering ketemu pakai seragam sekolah.. ya.. tahunya cuma putih abu-abu doang.. kalau pakaian diluar sekolah , waktu itu gak terlalu dipikirin .. paling blus agak gombrong dan celana jeans baggy.. he..he.. dan jangan lupa.. pakai sepatu sandal Kickers (Hallooo Delta, where are you?).

Shir931_2

Mungkin ini ada sedikit saran untuk teman-teman, supaya gak bingung besok Hari Minggu : Dulu kalau gak salah lagi demam warna silver atau gold. Aku inget banget, ulang tahunnya Tira yang ke (17?) pakaiannya serba silver.Tira pakai rok yang megar warna silver dan sepatunya juga silver.. he..he.. Gimana Tir? Mau pakai baju dengan rok megar warna silver lagi ? hi.. hi.. Nah.. untuk Edwini, Haryo, Rizal atau Mungki bisa pakai kemeja warna silver.. tapi kayaknya kalau Hari atau Rofiq dan Budi Black jangan deh.. hi..hi.., karena terlalu kontras gitu..

Fashionknitting1

Nah, kalo model kayak gini kayaknya cocok buat Niken, Mastuti, Mira, atau Mitta. Kan pada kurus dan langsing.. kalau pakai blus knitting dan celana baggy kan jatuhnya bagus.. lah kalo yang udah gemuk2 dan pinggulnya sudah lebar kemana-mana (hi..hi.. jadi nyindir diri sendiri), kan gak keruan jadinya…

Madonna2

Kalau mau lebih terkesan era 80′an bisa ikutan kayak Madona. Dia kan “icon” nya tahun 80an : Pakai rubber bracelets, jepit pita, kalung rantai besar, atau sarung tangan…hi..hi.. niat banget sih, (..lah katanya suruh dandan nuansa 80an?) Siapa yang mau coba gaya Madona ? mungkin Noni atau Ira? ha..ha..

80sclothesmens

Mau pakai jaket merah ala Michael Jackson masih culun? Trus sepatu sneaker atau kets kotak-kotak.. boleh juga.. kan lagi kembali “in” model sepatu kayak gitu. Cuma rambutnya juga di style ala jackson dong.. Kira-kira siapa yang mau tampil kayak gini? Kalau kaos dengan tulisan-tulisan aku jadi inget Ika Kurniasih, waktu study tour ke Yogya, dia pakai kaos dengan tulisan besar-besar “OH BOY !”, atau ingat Mamat waktu acara kumpul-kumpul kemarin, kaosnya tertulis “ “I’M NOT FAT, but…” , Mungkin Hatmoko mau coba gaya bak si aktor film itu?

Scale Kalau aku, Fetty, Dewi, Leonita, Ika cukup pakai kerudung ala gadis desa kali ya.. habis dulu jarang orang pakai jilbab, jadi gak ada referensinya. Kalau mau, ala Noura alias si Zaskia Mecca di Film Ayat-yat Cinta,.. ce ile… mau kemane mpok?

34furious_five_fashion_small Kalau yang ini cocok untuk Rofiq dengan gayanya seperti model yang paling depan, bertuliskan BED LIGHT, terus diikuti oleh Hari (pakai topi hitam), Tosan (setelan kuning), Budi yang bawa kepalan tinju, terus yang pakai celana dalam (warna kuning), Joni kali ya..? ha..ha.. Terus yang ngintip itu Hadi kali ye..

Udah ah .. sekedar joke aja ya.., Jangan pada dimasukin ke hati.. tapi kalau pada setuju senang sekali.. terutama Rofiq atau Joni mudah-mudahan saranku diterima.

Jakarta, 9 Mei 2008,

Salam, Meita

Bookmark and Share