KISAH STACY DAN CHRIS

June 19, 2009 | | 3 Comments

Dari Oprah Show, 18 Juni 2009.


Ini bukan kisah roman percintaan.. bagi yang suka menyaksikan Oprah Winfrey, tadi malam saya menyaksikan di Hallmark Chanel ditampilkan kisah Stacy dan Chris. Dua anak manusia yang berasal dari tempat yang jaraknya jauh, berbeda negara bagian, kemudian bertemu setelah menyadari, bahwa mereka berdua adalah kakak beradik. Selama 20an tahun mereka mengira bahwa dirinya anak tunggal. Keduanya dipertemukan lewat internet.. meski ibu mereka berbeda, tapi ayah mereka sama, nama ayahnya adalah “Pendonor nomor 46”. Lho? Ternyata ayahnya adalah pendonor sperma dari sebuah klinik kesuburan di salah satu negara bagian Amerika Serikat.

Oprah mengawali bincang-bincangnya di televisi dengan mengisahkan bahwa pada tahun 80an di Amerika, klinik kesuburan banyak menerima donor sperma untuk ditanamkan kedalam rahim wanita. Ada banyak klinik. Dengan berjalannya waktu, anak-anak hasil donor tersebut kini sudah dewasa.. Seperti apa mereka sekarang? Dan apa harapan dan kisah yang ingin disampaikan..? begitu kira-kira Oprah menyampaikan.

Lalu ditampilkan dua orang pendonor, yang satunya namanya Mr. Todd, yang satunya lagi.. (maaf lupa). Yang menarik, Mr Todd berkisah, waktu masih kuliah, dia butuh uang, setiap kali mendonor dia diberi 40 dollar. Dia biasa mendonor seminggu 3 kali .. walhasil dia mendapatkan 16.000 dollar hasil “jerih payahnya” selama 4 tahun! Lalu, berapa anak yang sudah dilahirkan berasal dari benihnya? Tidak tahu.. mungkin sudah puluhan anak atau lebih dari seratus? .. Masya Allah. Si Ibu yang menerima donorpun merasa baik-baik saja.. dia senang bisa punya anak.. apalagi sang ayah memiliki profile yang baik.. (wajah, latar belakang pendidikan dan kesehatan yang baik). Dia tidak peduli apakah ada jalinan relasi (baca: silaturahim) antara ayah pendonor dengan anak yang dihasilkan atau tidak..? mereka “kedua orangtua” itu merasa baik-baik saja.. Namun bagaimana dengan anak-anak mereka?

Keempat remaja yang ditampilkan cantik-cantik (kebetulan semuanya perempuan) yang satunya keturunan Afrika berambut keritng, dia mengatakan bahwa ibunya menginginkan anak keturunan Afrika, jadi sang ibu memilih pendonor berkulit hitam, asal Afrika.. setelah dewasa dia ingin mecari ayah biologisnya, dan akhirnya bertemu.. dia merasa mempunya ayah kedua.. disamping ayah pendamping ibunya sekarang. Sang ayah Afrikanya ditampilkan juga dalam talk show tersebut, dan dia merasa baik-baik saja.. punya anak diluar perkawinan. Berbeda kisah dengan sigadis keturunan Afrika, ketiga gadis lainnya merasa sedih, gelisah, hampa, jenuh, kosong. Bahkan ada yang merasa dibohongi. Mereka masih mencari-cari dimana ayah biologisnya?

Begitu juga dengan Chris, meski tidak berhasil bertemu sang ayah “pendonor no 46” tapi akhirnya dia bertemu adiknya Stacy. Chris berkisah sejak kecil dia selalu merasa sebagai anak haram.. karena teman-temannya berkata bahwa anak yang lahir tanpa ayah adalah anak haram.. label tersebut melekat terus di benaknya.. dia merasa tertekan.. akhirnya dia melilih jadi sukarelawan di Afrika untuk mencari makna hidup.. Stacy juga demikian dia merasa hampa.. dia ingin tahu asal usulnya.. bagaimana ayahnya.. bagaiamana kehidupannyaa.. dan lain-lain.. sehingga dia terus mencari di internet dan akhirnya bertemu dengan Chris melalui Website klinik penyuburan tempat ibunya dahulu konsultasi. Chris dan Stacy memang kakak beradik, wajahnya sama.. bahkan seperti kembar..

Kini, di Amerika ternyata bukan hanya sibuk dengan krisis global saja.. tapi juga bagaimana menyatukan anak-anak yang tercerai berai hasil pendonoran sperma di klink-klinik penyuburan. Kalau tidak salah dengar ada sekitar 3000an klinik. Lalu ada berapa pendonor? Akhirnya dibuka website www.donorsiblingregistry.com untuk melacak keberadaan anak-anak hasil donor. Hasilnya? Sudah 4200 orang yang ditemukan lewat situs ini..

Namun yang sangat disayangkan, Oprah tidak mengulas bagaimana bila anak-anak yang tidak tahu bahwa dirinya kakak beradik, bertemu kemudian jatuh cinta terus menikah.. bukankah mereka satu ayah.. dan bukankah namanya incest? Masya Allah.. bencana apalagi yang akan terjadi? Mudah-mudahan tidak terjadi. Wallahualam..
Alhamdulillah, bersyukur ini tidak terjadi di Indonesia..

Jakarta 19 Juni 2009

Salam,
Meita

Just Me

February 14, 2009 | | 1 Comment

xslide1.gif xslide2.gif xslide42.gif

Kisah kehidupan mahasiswa di Cairo, Mesir sepertinya menjadi genre novel-novel karya Habiburrahman El Shirasy (Kang Abik).  Setelah sukses dengan  Ayat-Ayat Cinta  yang diangkat  ke film layar lebar,  novel karyanya Ketika Cinta Bertasbih kini juga difilmkan. Kali ini, rumah produksi Sinemart Pictures milik Leo Sutanto tengah menyelesaikan adaptasi novel dwilogi Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”.

Tak tanggung-tanggung, dua nama besar perfilman nasional, Chaerul Umam dan Imam Tantowi akan berduet sebagai sutradara dan penulis skenario. Sangat menarik, mengingat prestasi Chaerul yang telah meraih Piala Citra 1992 di Ramadhan dan Ramona dan penghargaan pada Festifal Film Asia 1977 di film Al Kautsar. Film terakhir Bang Umam berjudul Fatahilah, sudah 11 tahun yang lalu, jadi pembuatan film ini adalah tantangan baginya untuk berusaha menghasilkan film religi  yang terbaik, begitu juga bagi Imam Tantowi yang meraih Citra 1991 di Soerabaia’45 untuk sutradara terbaik dan Citra 1989 di Si Badung untuk kategori Penulis Cerita Terbaik.

Di Mesjid Al Azhar, Bang Umam, Kang abik dan Ustadz Ridwan

Pembuatan film ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif, terutama dalam penentuan calon pemain filmnya. Tokoh-tokoh utama, seperti Azzam, Ana, Eliana harus melalui proses rekrutmen audisi yang berat. Kabarnya lebih dari 5000 orang yang ikut audisi. Untuk tokoh-tokoh “saleh dan salehah” seperti Azam dan Ana selain punya talenta acting, juga harus pandai mengaji dan paham ayat-ayat Al Qur’an. Subhanallah.

Pemeran Ana, bersama para ibu KBRI

“Ketika Cinta Bertasbih (KCB)” yang terdiri atas dua buku  memakai dua setting latar Mesir dan Indonesia. Episode pertama mengenai pengembaraan Khairul Azzam untuk menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, dan perjuangannya selama sembilan tahun untuk menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar sambil mencari biaya pendidikan adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe pada para mahasiswa maupun warga Indonesia di Kairo.

Untuk episode dua mengenai pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa). Episode dua akan membuat Anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan kenangan Husna (Adik Azzam) ketika Ayah mereka meninggal dunia.

Salah satu sisi Gedung KBRI

Alhamdulillah, saya berkesempatan mengikuti pembuatan Film KCB di Cairo, Mesir. Ketika itu saya dan rombongan hadir pada saat pengambilan gambar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cairo. Bapak  AM Fachir beserta ibu mengizinkan kru KCB untuk melakukan pengambilan gambar di gedung   KBRI nan megah.  Menurut Ibu Fachir, gedung kedutaan di Mesir  ala “White House” ini hanya dimiliki oleh 3 negara, yakni Republik Indonesia, USA dan Kerajaan Inggris. Untuk KBRI, selain megah letaknya sangat strategis di daerah Doki dekat Sungai Nil. Gedung ini pemberian dari Boutros Boutros Ghali, mantan SekJen PBB asal Mesir. Pengambilan gambar di KBRI sangat penting bagi Film KCB, karena  di film ini, karakter Eliana yang diperankan oleh Alice Norin, adalah puteri dari Duta Besar RI untuk Mesir.

Bersama Cholidi, pemeran Azzam, di pintu masuk KBRI

Begitu tiba, kami disambut Azzam, alias Kholidi pemeran utama pria. Berpakaian ala Chef, kepala koki. Saat itu sedang pengambilan gambar untuk acara Food Bazaar dan Festival Indonesia, seperti di novel. Ada sate, soto dan beragam panganan khas Indonesia. Azam sebagai juru masak yang memasak di salah satu stand. Selain itu ada persembahan tarian Aceh di atas panggung. Suara riuh rendah para penari Saman membuat semarak suasana. Tamu-tamu dari berbagai negara hadir  di acara tersebut..  Ada dari Afrika, Turki dll.   Mereka adalah  penduduk Mesir yang diminta berperan sebagai diplomat. Namun sayang, karena “bule”nya kurang, tak ayal Ayah Alice Norin yang saat itu semula hanya datang untuk  mengunjungi anaknya yg berperan sebagai Eliana,  didaulat sebagai extra talent oleh Chaerul Umam menjadi Diplomat Norwegia. Beliau memang asli Norwegia.  Kata Alice, ayah saya orangnya pendiam dan biasanya gak mau  tampil.. tapi kog saat ini bersedia ya..?  katanya sambil tersenyum geli.

Bersama Alice Norin, pemeran Eliana

Ibu Dubes saat itu juga “heboh”, beliau seperti layaknya asisten sutrada, mengerahkan para ibu dan staf KBRI untuk turut membantu pengambilan gambar. Menurutnya beliau turut mempersiapkan setting dekorasi, termasuk  gubuk-gubuk untuk stand makanan, juga payung  dan ornamen tradisional lainnya yang sengaja di ”impor” langsung dari Indonesia.  Selain itu beliau juga menyiapkan makan siang untuk para pemain film dan kru.


Saya sempat merasakan serunya pembuatan film ini, ketika diminta menjadi pemeran figuran (ha..ha..) dimana harus mendampingi Bapak dan Ibu Din Syamsuddin yang berperan sebagai cameo, alias berperan sebagai diri sendiri dalam film tersebut.  Pak Din sengaja diminta untuk ikut tampil dua scene, sebagai  tokoh Indonesia yang hadir di acara bazaar tersebut. Yah lumayan.. meski cuma sekelebat saja di film.. he..he..

Pengambilan gambar untuk acara Food Bazaar dan Festival Indonesia berlangsung seharian, dari pagi hingga pukul 4 sore. Karena cuaca di Mesir memasuki musim dingin, sehingga pukul 5 sore seperti sudah memasuki Maghrib. Bang Umam harus segera menyelesaikan adegan demi adegan secepat mungkin, khawatir keburu gelap..

Tari Saman

Persiapan shooting

Para “tamu manca negara”

Menurut Mas Dani, staf Sinemart, hampir seluruh obyek wisata di Mesir digunakan untuk pengambilan gambar, termasuk Istana Momtazah, Benteng Qid Beay di Alexandria, Giza Piramid, Masjid al Azhar dan tentu saja Sungai Nil. Yang susah adalah pengambilan gambar di Pasar Kalili. Pasar yang menjual beragam produk kerajinan khas Mesir sangat padat dan ramai dikunjungi baik penduduk lokal maupun turis asing. Mereka tidak mau di usik ketenanganya.. sehingga ketika pengambilan gambar.. ada yang tiba-tiba berjalan ke arah kamera begitu saja. Ketika diberi tahu bahwa ada shooting film, mereka tersinggung, katanya “ini daerah saya”…

Pasar Kalili

Kisah mahasiswa di Mesir memang menginspirasi Kang Abik untuk karya-kaya novelnya. Dahulu saya berharap banyak, bahwa Film Ayat-ayat Cinta dapat sebagus kisahnya di novelnya. Saya sempat ikut napak tilas ayat-ayat cinta bersama Kang Abik ke Cairo, bahkan sampai ke daerah Helwan, apartemennya Fahri, tokoh utama dalam novel. Tapi sedih ketika melihat filmnya tidak mengambil adegan di Mesir.

Kini, Film Ketika Cinta Bertasbih hampir sebagian besar adegannya diambil di Mesir. Semoga film ini dapat berhasil memenuhi harapan para penggemarnya. Sebab film ini benar-benar ditunggu banyak orang. Dengan biaya yang besar dan keseriusan penggarapannya, maka bisa dikatakan ini film Indonesia terbesar abad ini.

Salam,
Meita

Ibu Fachir, isteri Dubes RI untuk Mesir

Lunch, bersama Ibu Dubes di KBRI

Istana Momtazah, Alexandria

Benteng Qid Beay, Alexandria

Ditepi Sungai Nil.

Di Kawasan elite, Dokki

DECISION 2008

November 11, 2008 | | 3 Comments

BARACK OBAMA , PRESIDIEN AMERIKA TERPILIH

Pemilihan yang bebas dan jujur adalah hal yang utama dalam sebuahnegara demokrasi. Ketika seorang memilih wakilnya, tentu dengan harapan agar memperbaiki masa depan bangsa dan negaranya.

Barack Obama akhirnya dipilih oleh rakyat Amerika sebagai pemimpin barunya, yakni sebagaiPresiden Amerika Serikat. Presiden pertama di Amerika yang berkulit hitam. Pemilihan ini melaui suatu proses panjang dan menghabiskan waktu selama 21 bulanyang diawali dengan pemilihan pendahuluan (kaukus) hingga ke pemilihan umum 4 November 2008.

Sebagai calon presiden berkulit hitam, Obama sangat paham, bahwa hal yang dikedepankan haruslah bersifat multikultural. Ayahnya orang Afrika, Ibunya asli Amerika, Adiknya (Maya Soetoro Ng) keturunan Indonesia, iparnya keturuan Cina. Dalam pidatonya, dia mengatakan bahwa Amerika bukanlah kulit hitam ataupun kulit putih, Amerika juga bukanlah American latin maupun American Asia. Namun Amerika adalah United States of America. Begitu ujarnya.

Saya berkesempatan menghadiri undangan dari Duta Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume pada acara “Decision 2008” yang diselenggarakan di Hotel InterContinental pada hari Rabu, 5 November 2008.

Penentuan kemenangan Barack Obama dapat dilihat dilayar lebar yang terpampang disisi Ballroom hotel. Dilayar tersebut terpampang peta Amerika Serikat yang bergambar Negara bagian. Bila salah satu Negara bagian berwarna biru, itu artinya kemenangan untuk Barack Obama dari Partai Demokrat, tetapi bila merah, itu artinya kemengan untuk John McCain dari Partai Republik . His Excellency CameronR. Hume mempersilahkan kami untuk menyimak layar dan melihat angka perolehan Electoral Vote (EV) yang tepampang di sisi ruang.

Sambil menanti perolehan angka dari dua kubu partai, kami dipersilahkan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan. Starbucks Coffee juga ada, menempati salah satu bagian ruangan. Disetiap pojok ruang disediakan televisi, Fox Channel untuk memudahkan tamu pemantauan.

Tamu-tamu yang hadir adalah para duta besar, antara lain Swiss dan Palestina, juga ada tamu terhormat lainnya, seperti Emiel Salim, Adnan Buyung Nasution, Pia Alisjahbana, Halida Hatta, Alvin Lie, dll.

Sekitar pukul 11.00 perolehan angka untuk Obama 240, sedangkan untuk menang dibutukan angka mencapai 270. Ketika Obama sudah melewati angka 270, Pak Dubes tampil kembali ke panggung dan mengumumkan kemenangan untuk Barack Obama.Sorak sorai bergemuruh didalam ruangan menyambut kemenangan Barack Obama. Hampir sebagian besar para tamu mendukungObama. Sore ini ketika tulisan ini dibuat, perolehan angka electoral votes untuk Obama sebanyak 338 atau 52% dan 163EV atau 47% untuk John Mc Cain.

Seru dan menyenangkan mengikuti hasil pemilihan umum, meski itu bukan pemilu negeri sendiri. Tapi tentunya kita berharap banyak akan kebijakan politik dan ekonomi yang diterapkan oleh presiden terpilih akan membawa perubahan negara-negara lain di dunia kearah yang lebih baik. Dalam sambutan kemenangnnya, Obama berulang kali menyerukan kata “yes we can”. Kemenangannya sebagai bukti bawa perubahan segera datang di Amerika. Namun dia juga mengatakan bahwa perjalanan masih sangat panjang dan curam dalam menggapai cita-cita bersama, tapi tidak perlu ragu dan takut pada apa yang akan kita perbuat untuk kemajuan.

Sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia pada masa kecilnya, mudah-mudahan Obama tidak melupakan kita di negeritercinta ini.

Jakrta, 5 November 2008

-meita-

NONTON DAVID COOK

May 24, 2008 | | 1 Comment

David_cook_narrowweb__300x4250_1 Minggu, tanggal 11 Mei 2008, kami mendapat kesempatan langka, yakni nonton bareng melihat pertunjukan David Cook, si American Idol 2008 di sebuah stasiun televisi terkenal. Kebetulan yang mendapat undangan adalah teman-teman sewaktu SMA dahulu. Jadilah kami reunian sambil nonton si David. Sudah kebayang dong, hebohnya seperti apa.. kontak-kontak email di milisnya sma, terus juga smsan.., terus telpon-telpon… walahh..

Zona_80_h_1 Kami sepakat berkumpul di Starbucks, sambil ngopi dan makan kue-kue. banyak juga yang datang, hampir 30 orang. Supaya lebih seru, kami juga mengajak guru-guru kami, Zona_80_ebahkan Zona_80_g_1kepala sekolah, pak guru favorit dan pak guru teladan kami juga hadir.. turut meramaikan pula "kakak" kami yang dahulu paling top alias beken, yakni Kak Sana.

Jadilah kami berbondong-bondong berangkat ke stasiun teve. Ada sekitar 7 mobil beriringan.. seru juga.

Di mobil kami bercanda cekakakan dan saling mengenang masa-masa SMA yang sudah kami tinggalkan lebih dari 20 tahun lalu. Si Anu cerita katanya sempat ketemu mantannya yang kini berubah jadi minder banget.. , trus ada yang udah beda banget, dahulu warna kulitnya hitam.., kini jadi hitammm banget…, he..he.., yang satu lagi cerita.., katanya sempat menikmati bangku SMA selama 5 tahun, karena 2 kali tidak naik kelas.. tapi gak nyesal.. katanya sampai kepala sekolah kenal baik dengan orangtuanya, tapi baginya semua kini menjadi kenangan yang indah. Iya deh..

Zona_80_c Sampailah kami di studio.. foto-foto bareng so pasti.. gak lupa.. aneka gaya dan saling ledek juga menjadi bumbu pertemanan kami.. semua senang dan bahagia.. Lalu kami dipersilahkan memasuki ruangan studio. Tentu saja kami setting tempat dahulu, agar guru-guru kami mendapat tempat duduk yang layak di depan.. Pengarah acara menyampaikan, katanya kalau disebut kata "David Cook", harus di sambut Zona_80_fteriakan "Masih Ada !!" sekeras-sekerasnya.. trus kami juga disarankan untuk tepuk tangan atau menyanyi bahkan sangat disarankan untuk turut joget..


Zona_80 Kami tidak sabar menunggu kehadiran si David yang tampan dan bersuara indah.. rasanya sampai ingin melompat ketika si pembawa acara mengumumkan akan menampilkan Si David Cook. Beberapa teman pria kami sampai mengayunkan kakinya berbarengan. Rasanya sudah tidak sabar menyaksikan Si David ini membawakan lagu Aerosmith berjudul "I don’t Wanna Miss a Thing". Aduhh, David, I love you so much, mmuwah !!

David_cook Sorak sorai penonton membahana diseluruh ruang studio.. ada yang berteriak histeris memanggil-manggil namanya..

Tapi koq tiba-tiba.. si David nyanyi lagu "Judi", katanya "karena judi yang kaya bisa jadi miskin.., yang miskin apa lagi.." begitulah si David bersenandung dengan irama yang cukup heboh bernuansa dangdut.. Lalu kemudian si David berkolaborasi dengan Rita Sugiarto, dengan suara yang mendayu-dayu plus cengkok dangdut yang khas membawakan lagu Malam Pertama. Setelah itu disusul Lagu Adu Domba.. Lah.. kog.. ?


Rhoma_irama Tentu saja saya bingung.. masa David Cook nyanyi dangdut.. bukannya Lagu Aerosmith atau Bon Jovi? waktu kami protes kata pengarah acara.. Mbak mimpi kali ye.. ini kan acara Zona 80, bukan American Idol. Disini sekarang bintang tamunya Soneta Group yang menampilkan Bang Haji. Hah? Bang Haji.., siapa? tanyaku. "Masa gak tahu sih TERLALU !" katanya. Lalu dia berkata dengan nada lantang "itu lho, Rhoma Irama..!" . Saya berteriak David.. David Cook.. Tiba-tiba si Dewi teman sebelahku mencubit tanganku, eh Meit elo ketiduran ya.. kog nyebut-nyebut nama David.. disini nanti yang ada Rhoma Irama.. elo lagi sempat-sempatnya ketiduran.. pake mimpi lagi ketemu David Cook..

Oalah.. rupanya cuma mimpi.. yang sebenarnya adalah nonton Soneta Group dan Rhoma Irama di Zona 80 , Metro TV.

Jakarta, 19 Mei 2008

-Meita-

Lalu muncullah di hadapan kami.., para penyanyi latar 4 orang berpakaian hitam-hitam.., disertai para pemain band, berbaris rapi dibagian depannya.. Dan muncullah dia Si David Cook..

ZONA 80

May 8, 2008 | | 1 Comment

Dear All, berita dari Harry: qta Semua akan shooting Acara Zona 80 di Metro TV, Hari/Tanggal: Minggu, Mei 2008 Jam : 15.30 WIB (Mulai Shootingnya) Ngumpul : Jam 14.00 WIB di Chitos(Biar Berangkat Bareng) Seragam : klo bisa nuansa 80 an Jangan lupa ya,tolong disebarkan ke yang laen juga ya,thanks -Abdul Rofiq-

Demikian email yang dikirim oleh Rofiq di milisnya alumni 34, Hari Kamis kemarin. Wah itu artinya kita reunian lagi nih.. udah kebayang senangnya kumpul2.. Tapi dress code nya nuansa 80 an. Emang masih pada ingat, dulu tuh kita berpakaian seperti apa? Karena dulu lebih sering ketemu pakai seragam sekolah.. ya.. tahunya cuma putih abu-abu doang.. kalau pakaian diluar sekolah , waktu itu gak terlalu dipikirin .. paling blus agak gombrong dan celana jeans baggy.. he..he.. dan jangan lupa.. pakai sepatu sandal Kickers (Hallooo Delta, where are you?).

Shir931_2

Mungkin ini ada sedikit saran untuk teman-teman, supaya gak bingung besok Hari Minggu : Dulu kalau gak salah lagi demam warna silver atau gold. Aku inget banget, ulang tahunnya Tira yang ke (17?) pakaiannya serba silver.Tira pakai rok yang megar warna silver dan sepatunya juga silver.. he..he.. Gimana Tir? Mau pakai baju dengan rok megar warna silver lagi ? hi.. hi.. Nah.. untuk Edwini, Haryo, Rizal atau Mungki bisa pakai kemeja warna silver.. tapi kayaknya kalau Hari atau Rofiq dan Budi Black jangan deh.. hi..hi.., karena terlalu kontras gitu..

Fashionknitting1

Nah, kalo model kayak gini kayaknya cocok buat Niken, Mastuti, Mira, atau Mitta. Kan pada kurus dan langsing.. kalau pakai blus knitting dan celana baggy kan jatuhnya bagus.. lah kalo yang udah gemuk2 dan pinggulnya sudah lebar kemana-mana (hi..hi.. jadi nyindir diri sendiri), kan gak keruan jadinya…

Madonna2

Kalau mau lebih terkesan era 80′an bisa ikutan kayak Madona. Dia kan "icon" nya tahun 80an : Pakai rubber bracelets, jepit pita, kalung rantai besar, atau sarung tangan…hi..hi.. niat banget sih, (..lah katanya suruh dandan nuansa 80an?) Siapa yang mau coba gaya Madona ? mungkin Noni atau Ira? ha..ha..

80sclothesmens

Mau pakai jaket merah ala Michael Jackson masih culun? Trus sepatu sneaker atau kets kotak-kotak.. boleh juga.. kan lagi kembali “in” model sepatu kayak gitu. Cuma rambutnya juga di style ala jackson dong.. Kira-kira siapa yang mau tampil kayak gini? Kalau kaos dengan tulisan-tulisan aku jadi inget Ika Kurniasih, waktu study tour ke Yogya, dia pakai kaos dengan tulisan besar-besar “OH BOY !”, atau ingat Mamat waktu acara kumpul-kumpul kemarin, kaosnya tertulis “ “I’M NOT FAT, but…” , Mungkin Hatmoko mau coba gaya bak si aktor film itu?

Scale Kalau aku, Fetty, Dewi, Leonita, Ika cukup pakai kerudung ala gadis desa kali ya.. habis dulu jarang orang pakai jilbab, jadi gak ada referensinya. Kalau mau, ala Noura alias si Zaskia Mecca di Film Ayat-yat Cinta,.. ce ile… mau kemane mpok?

34furious_five_fashion_small Kalau yang ini cocok untuk Rofiq dengan gayanya seperti model yang paling depan, bertuliskan BED LIGHT, terus diikuti oleh Hari (pakai topi hitam), Tosan (setelan kuning), Budi yang bawa kepalan tinju, terus yang pakai celana dalam (warna kuning), Joni kali ya..? ha..ha.. Terus yang ngintip itu Hadi kali ye..

Udah ah .. sekedar joke aja ya.., Jangan pada dimasukin ke hati.. tapi kalau pada setuju senang sekali.. terutama Rofiq atau Joni mudah-mudahan saranku diterima.

Jakarta, 9 Mei 2008,

Salam, Meita

INDONESIA

April 14, 2008 | | 1 Comment

Alam Indonesia indah sekali.. coba lihat, klik saja disini :

<object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9Fip83AHs34&hl=en"></param><param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/9Fip83AHs34&hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object>TANAH AIRKU, INDONESIA

Welcome_to_shanghai

The Colorful of Shanghai

Di_depan_pearl_tower
Dari Guilin menuju Shanghai menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam, dengan menggunakan pesawat China West Airlines. Setiba di Shanghai, suasana khas kota Shanghai langsung terasa.. Gedung-gedung megah modern berpadu dengan beragam gaya arsitektur yang sangat menaawan,  menandakan bahwa kota ini memilki sejarah masa lalu yang tak terlupakan.. Lebih dari 1400 gedung tua peninggalan abad ke 18 dan 19 yang sangat indah dan terawat.. ada yang bergaya Spanyol, Prancis, Belanda. Bahkan ada pula ”Little White House”, sebuah bangunan Shanghai Arts Craft Reasearch Institute yang berganya French Renaissance.

De_bund

Memasuki Kota Shanghai.. serasa  berada di Eropa. Bila dimalam hari.. semarak lampu warna-warni membuat kota ini seperti kota yang berhiaskan permata berlian.. kerlap-kerlip sepelosok kota..

The Bund

Pearl_tower

Dimata orang Shanghai, The Bund adalah simbol kebanggaan. Disamping gedung-gedung bergaya Eropa,  banyak bangunan prestisius, salah satunya yang terkenal dan merupakan  icon kota Shanghai ialah The Oriental Pearl TV Tower. Sebuah tower setinggi 468 meter. Adalah tower tertinggi di Asia, dan no 3 setelah TV Tower Canada dan Moscow.  Dari puncaknya kita bisa melihat keindahan kota Shanghai. Shanghai dulunya desa nelayan.., karena letaknya dekat laut dan dialiri oleh tiga sungai.. yakni Huang pu, Wusong dan Suzhou, kini  Sungai Huangpu adalah salah satu sungai yang paling banyak dilayari kapal barang dari seluruh dunia. Bila ingin menyusuri sungai kita bisa naik Oriental Pearl Cruise. Dari sebuah desa nelayan kini berkembang menjadi kota metropolitan yang cantik dan menawan..

Nanjing Road

Nanjing_road

Gairah para ibu-ibu yang ingin belanja.. langsung tersalurkan begitu memasuki kawasan Nanjing Road.. Bagaimana tidak?  Kawasan ini adalah kawasan commercial street  nomor satu di Cina. Pertokoan sepanjang 5,5 kilometer, terdiri dari lebih 600 toko yang menawarkan beragam produk mulai dari makanan hingga pakaian. diawali dari The Bund disebelah timur dan berakhir di persimpangan Jing’an Temple dan West Yan’an Road.  Bila sudah lelah belanja tapi masih ingin jalan-jalan, maka disediakan trolley bus yang berjalan sepanjang Nanjing Road. Sebuah bus umum yang ramah lingkungan dan sudah ada sejak tahun 1908. Nanjing Road sendiri sudah ada sejak 100 tahun yang lalu.. Kalau ada yang malas belanja dan ingin sekedar duduk-duduk.. jangan khawatir.. disedikan tempat duduk yang nyaman untuk bersantai sambil minum kopi dan  mendengarkan live music. Tempat duduk ini tidak hanya disatu tempat.. ada tempat lain yang juga menyuguhkan atraksi panggung.. seperti sulap atau pertunjukan olahraga bela diri.
Jadi.. tampaknya butuh satu hari penuh untuk berada di kawasan ini…, maklum.. apalagi ibu-ibu… he..he.. kan banyak oleh-oleh yang harus dibawa..

Karena terlalu lelah jalan-jalan dan belanja, maka kesempatan untuk berkunjung ke Masjid tua di Shanghai terlewatkan oleh sebagian teman.., mereka lebih memilih menunggu di bis dari pada turun untuk melihat mesjid..  padahal mesjid ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ada juga acara lain yang batal gara-gara belanja.., antara lain kunjungan ke Yuyuan Garden, yakni taman kuno.., yaah.. sayang banget.. (sepertinya kata-kata bijak ”Belajarlah walau sampai ke negeri Cina” menjadi berubah makna menjadi ”Belanjalah walau sampai ke Negeri Cina”.. he..he..).

Xiao Tao Yuan Masjid

Tampak_depan_masjid
Masjid ini dinamakan juga Islamic Western Masjid atau shanghai Western City Masjid. Di depan bangunan tertulis 1343. Tapi ternyata angka tersebut menunjukkan tahun berdirinya berdasarkan tahun Hijriah atau tahun 1925 bila menurut tahun masehi. Masjid ini merupakan pusat aktivitas kaum muslim di Shanghai. Bangunan Masjid ini perpaduan antara arsitektur Islami dan dan tradisional Cina. Pernah mengalami kerusakan pada massa “Revolusi Budaya”. Namun sejak era keterbukaan dan reformasi, masjid ini direnovasi dan mendapat perhatian dari pemerintah setempat. “May Allah bless all brother moslem home and abroad who are not only enthusiastic and devoting themseles to moslemism enterprises but also  loving motherland and believing moslemism reward from their devotion and donatioan”. Amin.

Dipinggir_jalan

Sekian,

Jakarta, 25 Desember 2007

-meita-


 

Guilin. Dreams on Water

Keluar_dari_gua

 

 


Setelah menempuh perjalan kurang lebih 2 jam dari Beijing dengan mengunakan
Hainan Airlines, akhirnya kami tiba di  Guilin Liang Jiang Airport.

Menuju_gua
Suhu hangat langsung menyapa kami.. seiring dengan senyuman yang ramah dan
bersahabat dari tour guide yang menyambut kami, yakni Ms. Lin XiaoYun atau yang akrab dipanggil Yun. Si Mbak eh Miss Yun ini fasih berbahasa ditambah dengan logat
kental Bahasa Jawa yang ‘medok’. Katanya dia pernah kursus Bahasa Indonesia dan
gurunya kalau bicara ‘medok’, akhirnya dia ikut-ikutan bicara dengan logat
Jawa. Pernah sekali waktu dia ke Indonesia
dan mengajar Bahasa Mandarin.. padahal katanya Bahasa Indonesianya belum
lancar..
Suatu kali dia nekat masuk
pasar tradisional sendiri dan menyapa pedagang daging.., katanya ingin beli
daging cacing.. Karuan saja pada ketawa.., katanya tidak ada yang jual daging
cacing. Ternyata maksudnya adalah .., daging cincang.. ha..ha..

Ada banyak obyek wisata di
Guilin. Ms. Yun menerangkan bahwa Guilin terkenal dengan bukit yang hijau, air
yang jernih dan batu yang aneh.. Jumlah bukitnya sangat banyak.., ada kurang
lebih 20 000 bukit, 16 sungai (yang diberi nama), dan batu-batu yang aneh.. Terakhir yang dimaksud batu aneh
adalah (ternyata) stalaktit dan stalakmit yang ada didalam gua.. bentuk dan
susunan batu-batu tersebut ada yang seperti kera, ular naga, singa, Dewi Kwan
Im, dll.. mereka melihat itu aneh dan mempersepsikannya dengan latar belakang
cerita yang sepertinya (maaf..) dibuat-buat menurut daya khayalnya..

 

The Reed Flute Cave dan Elephant Trunk Hill

Inilah_gajahnya

Obyek wisata batu aneh tersebut bernama The  Reed Flute Cave .. sebuah gua yang cukup besar, dan ada
pula obyek wisata Elephant Trunk Hill, yakni sebuah bukit ditengah danau.. yang
bentuknya seperti gajah.. bagian depannya bolong .., jadi seperti ada kepala
gajah dan belalainya.. Kalau dipikir-pikir Indonesia juga punya Karang
Bolong.. dan  untuk obyek wisata gua yang
didalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit juga terdapat di Pulau
Jawa. Mungkin
untuk kunjungan ke obyek wisata ini bisa diabaikan.., karena masih
banyak obyek wisata lainnya di Guilin, .. dan lagi Alhamdulillah
.. menurutku untuk kedua obyek ini, pemandangan di tanah air lebih
indah…
 

 

Li River

Didalam_cruise
Keesokan harinya jadwal kami menyusuri Sungai Li dari Yang Ti menuju
Yang shuo. Dengan membayar 150 yuan, kami dapat naik cruise dan memperoleh makan siang, (tapi sayang, kami
gak berani makan).
Jarak yang ditempuh kurang lebih 84 km dan memakan
waktu hampir 6 jam! Air sungainya cukup dangkal sehingga kapalnya kurang bisa bergerak
cepat.. Dan memang benar kata Ms. Yun bahwa airnya sangat jernih.., sehingga
dasar sungainya tampak dari atas kapal.

Bersama_steffi_graf

Lokasi ini sering digunakan untuk shooting film,
juga sering menjadi inspirasi karya seni puisi dan literatur. Seorang pujangga
terkenal dijaman Dinasti Tang, bernama Han Yu mengatakan, ”The river winds like
a blue silk ribbon. While the hills errect like green jade hairpins”.  (ingatan langsung melayang ke tanah air..
dimanakah bisa ditemui sungai yang jernih seperti ini? Mungkin di Papua..
seperti yang kita saksikan di Film Denias, kali ya..?  Sungai yang biru jernih bagaikan selendang
sutera.., meliuk dengan renda bukit
kehijauan …)
Indahnya_guilin
Sungai Li ini panjangnya
kurang lebih 437 km yang berasal dari Cat Mountain di sebelah utara Guilin. Langit
yang biru, cuaca cerah.. serta udara yang sejuk membuat semuanya berdecak kagum.. Subhanallah, sangat indah..! kumpulan
bukit-bukit yang hijau (20 ribu puncak bukit).., sungai yang berkelok-kelok, pohon
bambu dipinggir sungai, itik berenang, nelayan.., petani.., sawah.. Subhanallah…!
Penduduk setempat selalu mengatakan, ”Guilin has the most beautiful scenery of the
world..”.

 

Yang Shuo

Yang_shuo_1
Setelah menempuh perjalanan
selama 6 jam, sekitar pukul 3 sore, kami tiba di Yang Shuo. Kalau di Bali ada Kuta, maka di Gulin ada Yang Shuo. Sebuah
kota kecil yang bersih dan tertata apik.., dengan pusat kotanya bernama West
Street. Sering juga disebut Global Village atau Western Street. Karena dimata
orang Yang Shuo, daerah ini Cina tapi dimata orang asing seperti bukan Cina. Budaya Cina dan budaya barat bercampur
baur.. Ada bar, hotel dan toko. Ada toko yang menjual pernak pernik tadisonal
Cina bahkan Mongolia.. tapi ada juga yang menjual barang-barang impor terkenal
seperti tas, sepatu, dll. Yang patut dicontoh dari kota kecil ini adalah mereka
sangat menjaga kebersihan, terutama mencegah polusi udara..
Tidak kita
temui mobil disini, yang ada sepeda, electric motorbike, dan bus umum” electric
public cars..

Electric_public_car





Dua kali Empat
Danau

Pagoda_dreams_on_water

Malam hari, kami menuju lokasi
wisata Dua Kali Empat. Maksudnya adalah dua sungai yaitu Li dan Tao Hua, serta
empat danau, Sha, Rong, Gui dan Mulong. Danau ini adalah danau buatan, dibuat
900 tahun yang lalu pada jaman Dinasti Song. Danau ini dengan kanal-kanalnya,
menyambung ke Sungai Li dan Tao Hua.. lalu mengerucut di Sungai Yang Tse.
Dengan naik cruise (lagi), kami menyusuri danau dan kanal-kanal disekitar
Gulin, menyaksikan keindahan kota dimalam hari.

 

Fisherman
Pemandangan dipinggir sungai
sangat indah, lampu kerlap kerlip berwarna dari gedung disekitarnya.. serta
aneka pemandangan.., rumah kaca, jembatan emas, rumah teater (bisa menyaksikan
orang menari dari kapal), air terjun.. dan lain-lain.. sangat menakjubkan.. Di
sungai kami menyaksikan pemandangan The Fisherman, yakni nelayan yang menangkap
ikan dengan menggunakan burung Elang Ikan. Burung ini dilatih untuk menangkap
ikan di sungai.. lalu lehernya diikat agar ikan tidak ditelan, setelah itu ikan
diambil dari mulut burung oleh nelayan.. dan bila jumlah ikannya sudah cukup..,
barulah burung elang itu diberi makan ikan..

 

Pc240021

(bersambung)

THE BOLD OF BEIJING

Tiananmen Square

Tianamenjpg_mei Lapangan Tiananmen terletak di selatan Forbidden City. Lapangan ini menjadi simbol pusat Ibukota Beijing. Luasnya 880 x 500 m. Tampak disana sini aparat militer berjaga-jaga. Bendera Cina dengan lima bintangnya tampak berkibar dengan megahnya. Namun siapa yang tidak mengenal peristiwa Lapangan Tiananmen tahun 1989 ? Pada tahun tersebut terjadi protes yang melibatkan para buruh, aktivis, pelajar dan kaum intelektual yang menuntut kebebasan berdemokrasi. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 15 April sampai 4 Juni 1989. Tapi gelombang protes ini sebenarnya tidak hanya disekitar Lapangan Tiananmen, tapi diseluruh kota, termasuk Shanghai. Aksi demontrasi tersebut banyak memakan korban terutama para mahasiswa.. Tiannamen (Gate of Heavely Peace) adalah pintu gerbang menuju Imperial City atau Forbidden City. Di tengahnya ada Foto Mao Ze Dong (1949-1958), pendiri Partai Komunis Cina. Disebelah kiri gambarnya, terdapat tulisan (Cina), yang bunyinya ”Long Live The People’s Republic of hina” dan disebelah kanannya tertulis ” Long Live the Unity of the Peoples of The World”. Disekitar Tiannamen ada sebuah bangunan Mausoleum tempat jenazah Mao Ze Dong disemayamkan. Disebelah barat ada National Museum of China dan disebelah timur terdapat The Great Hall of The People (Gedung Kongres).

Political System

Jalan_raya_di_kota_beijing
Republik Rakyat Cina adalah negara yang berazas Sosialisme, yang menempatkan Partai Komunis Cina (satu-satunya partai) sebagai supremasi. Kedudukannya lebih tinggi dari pemerintahan. Tidak ada sistem kontrol oleh rakyat (baca: demokrasi). Partai dianggap pengejawantahan kehendak rakyat. Dan menjadi sumber segala kebijakan nasional. Kongres Rakyat Nasional (DPR) bisa dibilang hanya sebagai aksesori, sekedar mengadakan upacara pengesahan apa yang telah diputuskan oleh kongres partai. Tidak ada check and balances antar lembaga pemegang kekuasaan. Partai saat ini dipimpin oleh Hu Jintao, sebagai Sekretaris Jenderal yang juga menjabat sebagai presiden. Runtuhnya paham komunis di berbagai negara turut menghembuskan angin keterbukaan di Cina. Dahulu rakyat harus dijatah untuk membeli berbagai keperluan kehidupan sehari-hari. Kini mereka bebas membeli apa yang disukai semampunya.. Pembangunan ekonomi di Cina amat mengesankan.Hard_rock_beijing Hal ini membuat pusing para pengamat politik maupun ekonomi; mengapa tanpa demokrasi dapat terjadi pertumbuhan ekonomi? Atau sebaliknya mengapa pertumbuhan ekonomi tidak menghasilkan demokratisasi? Ternyata Cina bisa memperlihatkan bahwa demokrasi bukanlah barometer untuk menentukan kesuksesan ekonomi sebuah bangsa. Kalau kita berjalan-jalan di kota, seperti di Beijing atau Shanghai, tampak simbol ”kapitalisme” bertebaran dimana-mana. Ada Starbucks, Hard Rock Cafe, McDonald dll. Bahkan katanya Starbucks pernah membuka gerai di kompleks Forbidden City tahun 2000. Karena menuai banyak protes, akhirnya ditutup pada Bulan Juli 2007 (wah kebablasan kali ya ?…)

Bersambung…..

Bersma_j_c